Sukabumi.suara.com - Sekitar beberapa tahun terkahir, muncul perubahan skema dalam pengangkatan pegawai dari PNS menjadi PPPK. Perubahan ini menimbulkan pro dan kontra. Di sisi lain pemerintah menyebut kebijakan ini dapat membawa perbaikan. Akan tetapi, di sisi lain para tenaga honorer merasa dirugikan dengan kebijakan baru tersebut.
Baru-baru ini, DPR RI resmi membentuk panitia khusu honorer dalam rangka mendesak pemerintah untuk segera mengangkat honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi membentuk panitia khusus (pansus) honorer yang bertugas mendesak pemerintah segera mengangkat seluruh tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN)," ujar DPR RI.
Oleh karenanya, DPR meminta pemerintah untuk menghentikan penerimaan PPPK untuk sementara waktu.
"Untuk itu, DPR meminta agar penerimaan PPPK dihentikan sementara, hingga proses pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN selesai dilakukan," ujarnya.
Pembentukan panitia khusus ini ditengarai lantaran banyaknya kasus tenaga honorer yang tak kunjung diangkat menjadi ASN meskipun telah mengabdi puluhan tahun.
"Pansus tersebut dibentuk atas inisiatif Komisi II DPR dengan pertimbangan keadilan, pasalnya hingga saat ini masih banyak ditemukan para tenaga honorer yang tak kunjung diangkat statusnya menjadi ASN, sementara mereka telah mengabdi selama berpuluh-puluh tahun," imbuhnya.
Tak hanya itu, DPR juga desak pemerintah agar segara menyusun roadmap.
"Menurutnya, semua masalah tersebut semakin diperburuk oleh tidak adanya roadmap kebutuhan PPPK yang dimilki oleh pemerintah. Sehingga pansus honorer DPR juga mendesak agar pemerintah segera menyusun roadmap yang meliputi masalah ketersediaan anggaran, ketersediaan formasi, dan kepastian waktu pelaksanaan seleksi," pungkasnya.
Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot di DKI Jakarta Bakal Naik?
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari