Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI menyentil Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dr Dudung Abdurrachman.
Hal ini terkait dengan absennya dua tokoh tersebut dalam rapat kerja dan anggaran bersama Komisi I DPR RI, Senin (5/9/2022).
Dalam pernyataannya Wakil Menteri Pertahanan M Herindra menyebutkan bahwa absennya Prabowo Subiyanto karena tengah mendapingi Presiden Joko Widodo dalam menerima kunjungan resmi Presiden Filipina.
"Berhubung ini adalah anggaran terbesar untuk negara ini, ada satu kali lagi rapat persetujuan, jadi kita minta Pak Menhan dapat hadir, jadi untuk hari ini kalau memang permintaan presiden jadwal kenegaraan yang berikutnya kami akan sesuaikan jadwal," ujar Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid dalam rapat yang tayang di YouTube.
Berbeda dengan Menhan, Wakil KSAD Mayjend Agus Subyanto menyebutkan bahwa Kasad Jenderal Dudung tengah melakukan pengarahan kepada bawahannya terkait kasus mutilasi di Papua.
Namun ketidakhadirian kedua tokoh penting tersebut masih disayangkan oleh para anggota Komisi I DPR RI.
"Ketidakhadiran pejabat tinggi di rapat anggaran ini saya kira sudah ke sekian kali, mungkin kayaknya sudah ketiga kali, dan selama itu kami kan selalu membuat catatan-catatan, Pak panglima TNI selalu datang, terima kasih" ujar anggota Komisi I, Sukamta.
"Yang lain beberapa kali absen dan dulu juga kita selalu mendrong yang terakhir kali besok harus datang, tapi terulang juga," tambahnya.
Lebih lanjut Sukamta mengharapkan agar perlu ada perhatian lebih serius untuk mendatangi rapat, terutama pada absennya KSAD Dudung.
Baca Juga: Menjawab Isu Tidak Harmonis, KSAD Jenderal Dudung: Saya dan Panglima TNI Masih Baik-Baik Saja
"Kalau rapat dengan presiden kita maklumi, tapi kalau rapat dengan anak buah masa lebih daripada rapat bersama DPR, saya tidak tahu hirarki disipliner TNI, tapi setahu saya kalau dipanggil orang yang pangkatnya di atasnya yang di bawah tinggal semua," imbuh Anggota DPR RI dari PKS tersebut.
Selain Sukamta, Anggota Komisi I dari Partai Demokrat Rizki Natakusuman menyebutkan urgensi kehadiran Menteri Pertahanan.
"Kalau rapat perseujuan nanti kan di akhir , tapi kami di sini membutuhkan penjelasan yang kongkret penjelasan yang komprehensif dari menteri pertahanan terkait dengan rencana kerja ke depan, terkait penjelasan roadmap ke dapan," ujar Rizki Natakusuman.
Rizki menambahkan meskipun dia tak meragukan kompetensi wakil menteri yang datang, dia menyebut bahwa tetap dibutuhkan kehadiran menteri pertahanan dalam rapat.
"Tapi kita butuh dengar dari pejabat tertinggi kementerian terkait yang memiliki anggaran terbesar, ini sudah beberapa kali mohon dijadikan atensi ini tugas konstitusional kita," ungkap Rizki.
"Untuk bisa dijadikan catatan yang kuat dalam pembahasan rencana kerja dan anggaran seperti ini wajib senarnya pucuk tertinggi atau pimpinan tertinggi bisa hadir bersama wakil dari masyarakat ini, begitu juga dari kepala staf angkatan darat, agak repot juga kalau pada enggak hadir," tambahnya lagi.
Pimpinan rapat Meutya Hafid menyebutkan jadwal rapat sempat mau diundur karena ketidakdatangan dua tokoh tersebut.
Namun jika diundur, tooh lain yang sudah komitmen untuk datang perlu kembali mengatur jadwal sehingga rapat tetap dilakukan pada Senin (5/9/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon
-
Main Mata Dadan Cs Sedot Miliaran Uang MBG per Hari, Kejagung: Mereka Bertiga Kerja Sama!
-
Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional
-
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak
-
Riset UI Ungkap Fakta Pahit, Rokok Jadi Penghambat Utama Program MBG
-
Jaksa Tepis Pledoi Nadiem: Kasus Chromebook Murni Hukum, Bukan Politik
-
Banggar DPR Soroti Tata Kelola BGN Usai Tiga Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG
-
Wamen Silmy Hingga Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, DPR Singgung Komitmen Prabowo
-
Gugup Hadapi Vonis Korupsi K3, Eks Wamenaker Noel: Asam Lambung Saya Naik
-
Skandal Korupsi BGN Tak Halangi Jatah MBG untuk Lansia, Gus Ipul: Tetap Lanjut