/
Kamis, 15 September 2022 | 17:10 WIB
Ilustrasi-Kasus DBD yang sedang meningkat di Jawa Barat (Pixabay)

Sukabumi.suara.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditukarkan oleh nyamuk, dan umumnya terjadi di daerah tropis ataupun sub tropis. Saat ini, kasus DBD di Jawa Barat mengalami peningkatan besar. Tak heran jika Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat menghimbau para masyarakat agar waspada pada DBD.

Menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, kasus DBD dari bulan Januari hingga 13 September 2022 memiliki 27.010 kasus. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi sejak tahun 2020.

Ridwan Kamil menghimbau agar masyarakat di Jawa Barat memperhatikan lingkungan khususnya tempat-tempat yang bisa menimbulkan jentik-jentik nyamuk.

Pemprov Jawa Barat menyediakan fogging pembasmi nyamuk untuk wilayah yang memiliki tingkat kasus DBD tinggi.  

"Jika ada masyarakat yang membutuhkan fogging bisa lapor ke Pemprov Jabar. Karena kami akan adakan gerakan memfoging untuk wilayah yang memiliki tingkat DBD tinggi," ungkap Gubernur Jawa Barat,  Ridwan Kamil.  

Dinas Kesehatan Jabar melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Ryan Bayusantika Ristandi meminta agar masyarakat dapat menekan angka penyakit DBD dengan pemberantasan sarang nyamuk, apa lagi sekarang memasuki musim penghujan. 

Selain dengan fogging, pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan dengan menguras dengan teratur tempat penampungan air, menutup tempat penampung air, mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi menampung air. Atau lebih dikenal dengan gerakan 3M.

Selain itu kita perlu menutup jalan masuknya nyamuk dengan menutup ventilasi udara dengan kasa nyamuk agar nyamuk tertahan. Kemudian mencegah gigitan nyamuk dengan memakai lotion anti nyamuk, memberantas jentik menggunakan larvasida, dan menanam tanaman pemberantas nyamuk. Terang Ryan pada Selasa, 13 September.

Sumber: suara.com.

Baca Juga: Bukan Cirebon, Pemuda Asal Madiun yang Diduga Hacker Bjorka Diamankan Tim Khusus

Load More