Sukabumi.suara.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditukarkan oleh nyamuk, dan umumnya terjadi di daerah tropis ataupun sub tropis. Saat ini, kasus DBD di Jawa Barat mengalami peningkatan besar. Tak heran jika Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat menghimbau para masyarakat agar waspada pada DBD.
Menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, kasus DBD dari bulan Januari hingga 13 September 2022 memiliki 27.010 kasus. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi sejak tahun 2020.
Ridwan Kamil menghimbau agar masyarakat di Jawa Barat memperhatikan lingkungan khususnya tempat-tempat yang bisa menimbulkan jentik-jentik nyamuk.
Pemprov Jawa Barat menyediakan fogging pembasmi nyamuk untuk wilayah yang memiliki tingkat kasus DBD tinggi.
"Jika ada masyarakat yang membutuhkan fogging bisa lapor ke Pemprov Jabar. Karena kami akan adakan gerakan memfoging untuk wilayah yang memiliki tingkat DBD tinggi," ungkap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Dinas Kesehatan Jabar melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Ryan Bayusantika Ristandi meminta agar masyarakat dapat menekan angka penyakit DBD dengan pemberantasan sarang nyamuk, apa lagi sekarang memasuki musim penghujan.
Selain dengan fogging, pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan dengan menguras dengan teratur tempat penampungan air, menutup tempat penampung air, mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi menampung air. Atau lebih dikenal dengan gerakan 3M.
Selain itu kita perlu menutup jalan masuknya nyamuk dengan menutup ventilasi udara dengan kasa nyamuk agar nyamuk tertahan. Kemudian mencegah gigitan nyamuk dengan memakai lotion anti nyamuk, memberantas jentik menggunakan larvasida, dan menanam tanaman pemberantas nyamuk. Terang Ryan pada Selasa, 13 September.
Sumber: suara.com.
Baca Juga: Bukan Cirebon, Pemuda Asal Madiun yang Diduga Hacker Bjorka Diamankan Tim Khusus
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Mengenal Gunung Pickaxe, Lokasi Fasilitas Iran yang Akan Dibom Amerika Serikat
-
Ulasan Novel Kendat, di Balik Konspirasi Kematian Berantai di Kota P
-
Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD
-
Purbaya Klaim Hubungan Kemenkeu & BI Solid, Buktikan Lewat 'Tukar Guling' Pejabat
-
iCAR V23 Tawarkan Boxy SUV Bergaya Ikonik, Tampil Beda Tanpa Mengorbankan Efisiensi Energi
-
Aturan Dana Lingkungan Hidup Diubah, Uang Rp22 Triliun untuk Masyarakat Tak Bisa Cair
-
Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik
-
Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan
-
4 Gaya OOTD High-Street Experimental ala Hongjoong ATEEZ, Biar Nyentrik!
-
5 Lip Cream Warna Coklat Oranye yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Harga Rp20 Ribuan