Sukabumi.suara.com - Ibu hamil wahib berhati-hati dengan obat yang dikonsumsinya, karena akan memiliki dampak kepada janin yang dikandung.
Menurut dr Radityo Prakoso, Sp.JP(K), selaku dokter spesialis jantung dan pembuluh darah mengatakan jika FIHA menyebutkan sejumlah faktor risiko bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan (PJB) salah satunya yaitu sang ibu mengkonsumsi antibiotik pada masa kehamilan.
"Antibiotik sangat-sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada wanita hamil pada masa pembentukan yaitu pada trimester pertama," ujar Radityo.
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) menjelaskan bahwa selain antibiotik, usia pada wanita ketika mengalami hamil juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan.
Semakin tua usia wanita maka akan semakin berisiko anak memiliki penyakit jantung bawaan. Risiko lainnya yang dapat meningkatkan risiko PJB yaitu paparan asap rokok saat janin berada dalam kandungan pada trimester pertama.
Hal lain yang dapat menyebabkan penyakit jantung bisa berasal dari konsumsi minuman beralkohol oleh ibu, genetik walaupun kontribusinya tidak terlalu besar, serta infeksi selama wanita hamil.
Radityo menjelaskan jika wanita hamil umumnya sangat rentan terkena infeksi dan berakibat fatal bila terjadi pada trimester pertama.
Faktor-faktor risiko dapat dideteksi melalui skrining premarital. Oleh sebab itu, pentingnya pemeriksaan premarital demi mendeteksi adanya kelainan metabolik orang tua.
Selama kehamilan, calon ibu dapat menjalani pemeriksaan ultrasonografi terhadap jantung janin atau fetal echo. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada usia kehamilan 18-22 minggu.
Baca Juga: Dapat Dukungan! Berikut Biodata Lesty Kejora, Korban KDRT Rizky Billar
Kemudian cara selanjutnya yaitu skrining pada bayi yang baru lahir, bila melihat tanda-tanda janin memiliki penyakit bawaan saat dalam kandungan.
"Caranya, menilai kadar oksigen atau saturasi pada tangan kanan dan kaki. Kemudian, lihat biasanya bayi baru lahir dengan menangis, tetapi kalau bayinya lahir tidak menangis, tampak kebiruan ini kita harus curiga apakah ini menderita penyakit jantung bawaan," kata Radityo.
Sumber: suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement