Sukabumi.suara.com – Gempa bumi merupakan salah satu bencana yang paling diantisipasi dampaknya. Karena pada beberapa kondisi, bencana ini bisa menimbulkan gelombang tsunami. Salah satu bencana serupa yang baru saja terjadi dan langsung menghebohkan adalah gempa banten, yang terjadi pada Minggu (9/10/2022).
Bukan kali pertama ini saja terjadi, faktanya Banten menjadi salah satu wilayah yang paling sering mengalami bencana gempa. Ditambah lagi, titik lokasi atau episentrum gempa yang dimaksud umumnya berada di bawah laut.
Sejak awal tahun 2022, menurut catatan BMKG setidaknya wilayah Banten tercatat sudah puluhan kali mengalami gempa. Baik berupa gempa kecil (lindu), atau gempa sedang yang guncangannya terasa hingga kota lain seperti Jakarta bahkan Bandung.
Tak heran jika terkadang muncul pertanyaan mengenai mengapa Banten sering dilanda gempa?
Prisma Akresi penyebab gempa Banten
Setelah ditelusuri dan mengutip berbagai sumber, diketahui jika salah satu penyebab Banten sering dilanda gempa adalah karena lokasinya yang berada di zona prisma akresi.
Apa yang dimaksud prisma akresi? Prisma akresi adalah wilayah yang rawan terjadi gempa bumi karena berada di atas pusat-pusat gempa. Kawasan daratan ini secara alami terbentuk dari kumpulan sesar-sesar naik atau sesar yang mengangkat akibat proses penumbukan atau penunjaman.
Lebih detail, dijelaskan jika zona prisma akresi terbentuk dari sedimen yang terakresi (perubahan struktur materi lapisan tanah tertentu baik berupa penarikan atau pengumpulan) ke dalam lempeng tektonik, yang menujam ke bawah batas lempeng konvergen.
Sebagian besar material di prisma akresi terdiri dari sedimen-sedimen laut yang tergerus dari bagian lempeng samudra yang menujam, dan di beberapa kasus juga berasal dari hasil erosi dari busur kepulauan vulkanik yang terbentuk pada lempeng di atasnya.
Di sisi lain, gempa bumi yang banyak terjadi tidak hanya di Banten tapi juga di wilayah selatan Jawa sebenarnya menjadi pengingat, bahwa wilayah tersebut berada pada kawasan lempeng yang terus bergerak.
Baca Juga: Terasa Hingga Jakarta, Ini Cuitan Warganet Saat Merasa Guncangan Gempa Banten
Sehingga, pergerakan lempeng tektonik inilah yang menjadi pemicu terjadinya gempa bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Viral di Sitinjau Lauik, Siapa Arteria Dahlan? Dari Politisi PDIP ke Komisaris PT Pusri
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia
-
Detik-Detik Terakhir Yai Mim sebelum Meninggal di Polrestabes Malang: Pamit Tidur, Lalu Berpulang
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Sinopsis The King's Warden, Film Terlaris ke-2 di Box Office Korea
-
Industri Kendaraan Komersial Masih Hadapi Tantangan Meski GIICOMVEC 2026 Diklaim Sukses Besar
-
Gagal Samai Rekor Clean Sheet Yoo Jae Hoon di Pekan 27, Teja Paku Alam Santai
-
5 HP Infinix 5G Paling Worth It di Tahun 2026, Cocok untuk Gaming dan Streaming