/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 09:45 WIB
Pergeseran tanah di sekitar jalur kereta api Bogor-Sukabumi menyebab tembok penahan tanah retak

Sukabumi.suara.com - Pengguna kereta api saat ini sedang was-was karena ada perbaikan rel dibeberapa tempat akibat hujan ataupun banjir.

Berdasarkan unggahan salah satu akun instagram @jalur5 pada Kamis (13/10/2022) dikatakan bahwa jalur perlintasan rel kereta api atau KA Bogor-Sukabumi mengalami pergerakan tanah. 

Adapun pergerakan tanah tersebut dapat dilihat antara Stasiun Batutulis dengan Stasiun Maseng. Berdasarkan keterangan bahwa pergerakan tanah berada di sekitar Sungai Cisadane. 

Pikah PT KAI Daop 1 Jakarta segera menerjunkan tim prasarana untuk segera memeriksa jalur kereta api yang dilaporkan mengalami pergerakan tanah. 

“Jalur pada lintas tersebut tidak ada kendala dan sejauh ini masih terus dipantau,” ujar Eva Chairunisa selaku Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta kepada sukabumiupdate.com-jaringan suara.com 

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, jalur tersebut dipastikan oleh Eva aman. Sehingga pada hari ini perjalanan KA Bogor-Sukabumi berjalan lancar tidak ada gangguan. 

“Koordinasi juga kami lakukan bersama satker DJKA Kemenhub dan pada lokasi yg dimaksud juga telah dibangun penahan longsor oleh Satker DJKA Kemenhub,” jelasnya.

Dapat dilihat dalam unggahan @jalur5 bahwa pergerakan tanah menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada dekat dengan rel kereta api retak

Sumber: sukabumiupdate.com 

Baca Juga: Lesti Inginkan Damai Setelah Rizky Billar Resmi Ditahan

Load More