- Pemerintah pusat sedang menyusun simulasi stimulus ekonomi melalui penebalan bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat Indonesia.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan awal dan belum diputuskan secara resmi.
- Pemberian bantuan tambahan ini bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dengan mempertimbangkan berbagai indikator serta keputusan akhir Presiden.
Suara.com - Pemerintah pusat tengah membahas kemungkinan pemberian stimulus ekonomi bagi masyarakat di tengah kondisi global yang memanas. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penebalan bantuan sosial (bansos) melalui Kementerian Sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, berbagai opsi stimulus ekonomi masih disusun pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Ketika rapat dengan Menko sudah ada semacam pembahasan ya. Tapi belum keputusan, baru simulasi-simulasi untuk memberikan semacam stimulus ekonomi. Stimulus ekonomi itu macam-macam kebijakannya, salah satunya biasanya itu adalah penebalan atau juga penambahan penerima manfaat bansos," kata Gus Ipul kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan yang diputuskan terkait stimulus ekonomi tersebut. Pemerintah, lanjut Gus Ipul, masih menyusun skema dan melakukan pembahasan tahap awal.
Gus Ipul juga belum memastikan apakah kebijakan penebalan bansos akan kembali dilakukan di tengah efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah. Ia menegaskan, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.
"Kita tunggu saja kebijakan Presiden nanti, ya. Tapi kalau belajar dari tahun lalu, Presiden itu ada kebijakan untuk memberikan penebalan bansos kepada para penerima manfaat," katanya.
Sebelumnya, Gus Ipul menjelaskan bahwa kebijakan bansos tambahan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Pemberian bansos tambahan itu juga didasarkan pada banyak faktor yang terlebih dahulu dikaji pemerintah.
“Banyak faktor yang dijadikan pertimbangan dalam rangka memberikan penebalan bansos maupun juga penambahan jumlah penerima manfaat. Karena bansos ini menjadi bagian dari komponen pertumbuhan ekonomi. Dengan bantuan ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat dan turut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan mempertimbangkan berbagai indikator sebelum memutuskan kebijakan tersebut, terutama terkait kondisi ekonomi dan kebutuhan menjaga konsumsi masyarakat.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
“Sepanjang memang ini nanti dibutuhkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan juga dalam kerangka peningkatan pertumbuhan ekonomi, tentu kebijakan itu akan diambil oleh Presiden,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Cara Cek Bansos 2026: PKH, BPNT, PIP, dan PBI JKN
-
Gus Ipul Ingatkan ASN Kemensos Tetap Absen dan Lapor Kinerja Selama WFH: Ada Sanksi jika Melanggar!
-
Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!
-
PKH Tahap 2 Cair Mulai April 2026, Begini Cara Cek Bansos via Online dan Penerimanya
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra