Sukabumi.suara.com – Setiap momen peringatan 10 November, pemerintah tiap tahun selalu memberikan gelar kehormatan Pahlawan Nasional kepada sejumlah sosok yang berjuang untuk meraih kemerdekaan Indonesia di masa lampau.
Tahun ini, ada lima sosok yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, dan salah satunya adalah KH Ahmad Sanusi, yang berasal dari Sukabumi.
KH Ahmad Sanusi adalah seorang ulama yang lahir di Desa Cantayan, Kecamatan Cikembar Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada tahun 1888.
Ia adalah anak dari KH Abdurrahim, Ajengan dan pengasuh pesantren Cantayan di Sukabumi yang dipandang terhorma sebagai seorang ulama, dengan kedudukan lebih tinggi dari Kiai bagi masyarakat Sunda.
Semasa hidupnya, KH Ahmad Sanusi banyak belajar ilmu Agama di berbagai pesantren lain baik yang masih berada di kawasan Jawa Barat atau luar wilayah. Ia juga bertolak ke Makkah dan belajar di sana selama lima tahun sejak 1910.
Saat pulang ke Indonesia, Ahmad Sanusi mendirika pesantrennya sendiri yakni pesantren Genteng dan Pesantren Syamsul Ulum yang masih berdiri hingga saat ini di Sukabumi.
KH Ahmad Sanusi memutuskan untuk berpolitik dan ikut memperjuangkan karena keinginannya untuk melepaskan ketergantungan masyarakat pribumi terhadap negara asing. Melalui pendekatan sebagai seorang ulama, ia aktif memanfaatkan konflik-konflik yang terjadi antara Jepang dengan pemerintah Hindia Belanda untuk merancang berbagai gerakan bawah tanah dalam mengupayakan kemerdekaan.
KH Ahmad Sanusi juga menjadi salah satu anggota BPUPKI, yang memiliki andil cukup berpengaruh. Ia mengusulkan ide pemikiran pembentukan negara Indonesia menjadi negara republik, atau yang saat itu disebutnya dengan istilah ‘imamat’.
Ahmad Sanusi wafat pada tahun 1950, lima tahun setelah Indonesia merdeka, di Sukabumi pada usia 62 tahun.
Baca Juga: Viral Artis Thailand Terima Hadiah Opak dari Penggemar, Malah Ketawa Ngakak
Pemberian gelar Pahlawan Nasional
Pada Senin (7/11/2022), gelar Pahlawan Nasional Indonesia diberikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada keluarga almarhum KH. Ahmad Sanusi, melalui cucunya yakni Dra Hj Neni Fauziah di Istana Negara, Jakarta.
“Alhamdulillah kami merasa senang dengan apresiasi yang diberikan pemerintah terhadap KH Ahmad Sanusi sebagai anggota BPUPKI yang telah turut serta dalam pembentukan negara Pancasila dan berjuang melawan penjajah saat perjuangan kemerdekaan," ujar Neni, mengutip Sukabumiupdate.com.
Selain KH Ahmad Sanusi, masih ada juga empat tokoh lain yang mendapat gelar serupa di tahun ini, yaitu Almarhum Dr. dr. H. R. Soeharto dari Jawa Tengah, Almarhum KGPAA Paku Alam VIII dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Almarhum dr. R. Rubini Natawisastra dari Kalimantan Barat, dan Almarhum H Salahuddin bin Talibuddin dari Maluku Utara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang
-
The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan
-
Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir
-
Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel