Sukabumi.suara.com - Kasus kematian Brigadir Yosua belum menemukan babak baru. Persidangan tentang kasus kematiannya masih terus berlanjut, Senin lalu (12/12/2022) sidang diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.
Dalam persidangannya Putri Candrawathi dihadirkan sebagai saksi. Tetapi Bharada E sempat memberikan keterangan jika Putri Candrawathi menyuruhnya untuk menghapus jejak sidik jari pada barang milik Yosua.
Bharada E menyebutkan Putri sempat menyuruhnya untuk mengambil disinfektan dan hand sanitizer. Kedua barang tersebut diperuntukan untuk membersihkan sidik jari pada barang milik Brigadir J.
“Disuruh ambil disinfektan sama hand sanitizer. Kan barang-barang almarhum atau baju-baju banyak di laundry. Jadi plastikan-plastikan semua, baru tas-tas, sandal, sama ada uang di dalam tas itu, dompet, KTP segala macam,” ucap Richard Eliezer di hadapan hakim ketua, dilansir dari ANTARA.
Putri menyuruh ketiga ajudan Ferdy Sambo yaitu Eliezer, Ricky, dan Kuat untuk menghapus sidik jari milik Ferdy dibarang pribadi milik Yosua.
“Jadi disemprot pakai disinfektan, baru lap pakai tisu. Kata Ibu PC mau menghilangkan sidik jarinya Pak FS, karena Pak FS sempat periksa barangnya,” ucap Eliezer.
Richard menuturkan jika Putri turut andil bersama ketiganya dalam menghapus jejak sidik jari, ia menyebutkan jika Putri membersihkan tas dan dompet.
Saat itu Richard dimintai keterangan mengenai ada atau tidaknya penghilangan jejak sidik jari dibarang miliki Yosua. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa barang-barang miliki Yosua sudah dalam keadaan terpaking dan meminta kepada ketiganya untuk mengantarkan barang-barang tersebut ke posko.
“Kamu ambil barang-barangnya almarhum, bawa balik ke Saguling, naikkan ke lantai 2 di ruang kerja, nanti bawa ke sini dulu,” ucap Elizer meniru perintah dari Putri.
Baca Juga: Erina Gudono Pamer Kemesraan Bareng Kaesang Pangarep: Enak Banget Rasanya Kayak Tahu Petis
Selain itu Putri juga memberikan arahan kepada ketiganya untuk menggunakan sarung tangan, begitupun dengan Putri Candrawathi yang juga mengenakan sarung tangan.
Tag
Berita Terkait
-
Saksi Ahli Bongkar Tak Ada Jejak DNA Ferdy Sambo Di Senjata HS, Pengacara Brigadir J: Sesuai Fakta Pakai Sarung Tangan
-
Putri Candrawathi Terindikasi Selingkuh, Apa Saja Daftar Pertanyaan Tes Poligraf Ferdy Sambo Cs?
-
Akui Tak Melihat Ferdy Sambo Tembak Yosua, Jawaban Kuat Ma'ruf Terindikasi Berbohong
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies
-
Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami
-
Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!
-
Jangan Buang Minyak Bekas ke Wastafel! Ini Dampaknya
-
'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?
-
Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!
-
ITS Uji Coba Traktor Perahu Listrik, Jawab Tantangan Bertani di Lahan Gambut
-
Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan
-
Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang