Sukabumi.suara.com - Ari Lasso kini telah usai menjalani prosedur kemoterapi akibat penyakit kanker langka yang dideritanya beberapa waktu silam.
Melalui bincang-bincang dengan Vincent dan Desta, ia mengungkap bagaimana sakitnya menjalani prosedur kemoterapi yang identik dengan pasien kanker.
Ia mengaku sakitnua prosedur kemoterapi tidak ada apa-apanya dengan 13 rehabilitasi narkoba yang pernah ia jalani.
"13 kali rehan nggak ada apa-apa nya dibanding kemo. Bukan kankernya. Tapi kemonya. Prosesnya untuk jalani kemo ituitu beratnua minta ampun," ungkapnya.
Bahkan ia mengibaratkan sakitnya kemoterapi sama dengan sakitnya diracun. Ia mengku badannya terasa hancur setelah menjalani prosedur ini.
"Iya (rontok rambut). Gigi aja lepas. 3 malah.
Rasanya badan hancur. Paling mudah apa ya menggambarkannya. Kayak diracun. Lemes pasti dan minggu kedua demam," imbuhnya.
Ia hanya merasakan badan enakan selama 4 hari saja. Untuk kemudian menjalani kemoterapi lagi demi mengejar ketepatan waktu agar sel kanker tidak semakin menyebar.
"Di minggu kedua itu gue selalu terancam masuk ICU. Minggu ketiga enakan dan enakan cuma 4 hari. Terus harus kemo lagi tidak bisa ditunda karena ketepatan waktu itu penting," imbuhnya lagi.
Sebagai penutup, ia bercerita bahwa dirinya tidak bisa melakukan prosedur kemoterapi yang terakhir.
"Dan uniknya ya. Tuhan memang aneh. Kemo terakhir gue tuh di hari ulang tahun gue 17 Januari 2022 kemarin. Yang tidak bisa gue lakukan karena gue udah nggak kuat. Udah hancur gue," ujar mantan personel Dewa19 tersebut.
Hal tersebut terjadi lantaran ia terus menerus muntah di tanggal dimana ia harus melakukan prosedur tersebut.
"Gue muntah dari tanggal 9 Januari nggak berhenti sampek tanggal 19 Januari. Makanan minuman udah nggak bisa masuk. Cuma dari infus aja. Dan itupun masih muntah terus.
Sempat terucap gua. Mending mati gue. Terucap dalam bahasa jawa," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Abadi, Ini Prestasi Pele yang Belum Bisa Dicapai Pemain Manapun
-
Kurang Diminati, Ternyata Buah Sirsak Memiliki 5 Khasiat untuk Kesehatan!
-
Sedekah Seribu Sehari, Jalan Juang Penyintas Kanker Membangun Asa Kaum Duafa
-
Bahaya Rokok Batangan: Picu 4 Kanker, Katarak, Aneurisma Aorta hingga Penyakit Arteri Koroner
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas
-
Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel
-
Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng
-
Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Daftar Kapal Penyelamat Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
-
Bernafsu Kalahkan Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Berencana Pakai Jimat di Pakansari
-
Penjelasan Mengapa Larangan Kuota Hangus Bisa Bikin Harga Internet Makin Mahal
-
Ratusan Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak, Proses Identifikasi Berlangsung
-
Apa itu Pelembap dan Fungsinya? Ini 6 Manfaat Moisturizer