Sukabumi.suara.com-Fujianti Utami alias Fuji beberapa waktu yang lalu dipercaya menjadi pemeran utama untuk film layar lebar "Bukan Cinderella" yang beradu akting dengan Rafael Adwel. Namun sayangnya debut pertama Fuji sebagai aktris mendapat banyak hujatan dari netizen. Banyak netizen yeng menyebut akting kekasih Thariq Halilintar tersebut sangatlah jelek dan tidak menjiwai.
hal inilah yang pada akhirnya membuat Fuji kapok main film lagi. Keputusan ini diungkapkan oleh Fuji kala menjadi bintang tamu di kanal youtube Axel Mathew. Fuji hingga kini masih belum memiliki keinginan untuk mengambil job main film lantaran takut dihujat seperti halnya di film pertamanya.
"Mau nggak coba jadi artis lagi?" tanya Axel dalam video yang diunggah ulang akun @lambegosiip, Kamis (2/2/2023).
"Duh takut dihujat. Soalnya waktu main film pertama dihujat banget," balas Fuji.
Namun Fuji berusaha memaklumi hujatan para netizen lantaran sadar aktingnya memang jelek. Kendati demikian ia tak menampik kalau hal ini membuat dirinya mengalami trauma.
"Karena mungkin akting gue jelek. Tapi iya deh kayaknya (akting jelek), tapi nggak tahu deh. Nggak tahu lah, itu bikin trauma loh, jujur," ujarnya.
Ia bahkan menolak banyak tawaran main film karena merasa mentalnya belum siap.
"Jadi banyak tawaran film sama series aku tolak semua. Bukan kutolak sih, kayak 'Kak ntar dulu ya kak, boleh nggak sih tahun depan aja, karena mentalnya belum ada," katanya lagi
"Soalnya yang gara-gara waktu itu tuh aku sempet trending, itu tuh kayak hampir 3 bulan," ujar Fuji.
Baca Juga: Jauhi 4 Makanan Ini Kalau Tidak Ingin Dietmu Gagal Lagi, Jangan Tergoda!
"Trending tapi nggak tayang?" tanya Axel.
Tak main-main, hujatan yang dilayangkan oleh netizen ini berlangsung tiga bulan lamanya bahkan sampai trending tapi bukan karena prestasi.
"Tayang, trending. Jadi aku dikata-katain 3 bulan, cuma yang ngatainnya tuh bukan cuma sekadar film itu doang. Tapi kayak semua kesalahan-kesalahan (di film), bahkan sampai fitnah gitu. 'Ah, ini mah bisa jadi pemeran utama gara-gara kakaknya meninggal', yang kayak gitu-gitu," kata Fuji.
Berita Terkait
-
Ikuti Jejak Gen Halilintar, Fuji Ungkap Keinginan Miliki 20 Anak
-
Fuji Tegaskan Ogah Menikah dengan Thariq Halilintar : Kalau Belum Siap Jangan Dipaksa!
-
Fuji Dipotret Ala-ala Wanita Kebun, Warganet Puji Wajahnya yang Fotogenik
-
Potret Fuji Mirip Tinkerbell, Cantiknya Unreal: Bidadari, Kapan Pulang dari Kahyangan?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai