/
Sabtu, 11 Maret 2023 | 13:00 WIB
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan David Ozora ; Mario Dandy Satriyo (Suara.com/Alfian Winnato)

Sukabumi.suara.com – Video viral di media sosial yang memperlihatkan Mario Dandy keluar dari Rutan Metro Jaya menjadi nyinyiran oleh warganet.

Nampak ia sudah mengenakan baju oranye bertuliskan tahanan, Mario Dandy sempat melayangkan tatapan tajam kepada awak media.

Dari yang terlihat oleh kamera, Dandy tidak menyesali akan perbuatannya kepada David.

332924256_958249745619079_4809935773988120960_n (sumber: instagram/ndorobei.official)

Putra Rafael Alun Trisambodo ini kemudian dibawa ke mobil tahanan oleh salah satu penyidik yang mengawalnya. Keduanya kemudian berlari dengan cukup kencang untuk menghindari kamera awak media.

Ia kemudian dibawa ke TKP rekonstruksi kejadian yang berada di Jakarta Selatan.

Akun Instagram ndorobei.official yang membagikan ulang video ini pun dibanjiri komentar dari warganet.

"Masih mikir bisa bebas tanpa persidangan," komentar seorang warganet.

"Mungkin dia ga ngikuti berita jadi gatau kalo nasib bapak ibunya sudah di ujung tanduk, makanya masih bisa songong," sahut warganet yang berbeda.

"Bapaknya udah dikuliti anaknya masih sombong dan songong, oalah Ndi Ndi Dandi. Kamu itu beban keluarga tapi ya bagus juga sih, bapakmu sama teman-temanya jadi ketahuan busuknya. Tenang Ndi Dandi di dunia kamu masih aman, tapi nggak tau besok di akhirat," tulis warganet lain.

Baca Juga: 3 Pemain Kelahiran 'Londo' Diajukan Masuk Naturalisasi Jelang Piala Dunia U20

Seperti dikabarkan sebelumnya, Polda Metro Jaya menghadirkan langsung tersangka Mario Dandy dan juga Shane Lukas dalam reka adegan yang digelar pada Jumat (10/3/2023).

Rekonstruksi ini berlangsung di lokasi penganiayaan tepatnya di Perumahan Green Permata, Ulujami, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo menjelaskan bila rekonstruksi tersebut digelar dengan 23 adegan yang nantinya akan diperagakan oleh para tersangka, termasuk AGH.

Akan tetapi, dirinya menegaskan bila AGH yang hadir di acara rekonstruksi bukan  sosok sebenarnya melainkan menggunakan pemeran pengganti.

Hal ini lantaran status AG yang masih anak di bawah umur.

Load More