Selain dampak buruk bagi kesehatan, sejumlah anggapan seputar merokok juga muncul dari masyarakat. Salah satunya adalah merokok dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau yang kita sebut obesitas.
Kbn merokok tdk hanya rng dikaitkan dngn penurunan berat badan hngg mmbut fk kuru, tetapi jug kenaikan brt bdn. Hl trbut trjd karena kebiasaan merokok dt mengganggu krj hormon dlm tubuh, trmuk hrmn ng bkrj mengatur nafsu makan dn mtblm tubuh.
Aru Wisaksono Sudoyo selaku Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa seseorang yang merokok memang pada dasarnya sudah obesitas atau kelebihan berat badan. “Mereka yang merokok seringkali orang-orang yang overweight atau kelebihan berat badan.” ujarnya. Aru mengatakan, merokok secara berlebihan juga jelas menjadi penyebab kanker pada beberapa organ dalam tubuh kita.
Rokok Membuat Orng Gemuk tu Obt Tambah Gemuk
Nyatanya bukn bkn kuru, merokok justru b mmbut brt badan kita naik. Pnltn yang dublkkn d Plos One mnunjukkn bahwa rkk brt jutru lbh rntn mnglm bt tu klbhn berat badan.
Salah tu penyebabnya mungkn krn kebiasaan mrkk dt mnggnggu indera ng And d mulut. Akbtn ktk sedang mkn atau minum, kita udh tdk b mnkmt r mknn seperti dulu lagi. Sln tu, jumlh nltn mmbuktkn bhw rkk ndrung lebih gmng menginginkan makanan brlmk ng klrn tngg rt pada beberapa junk fd.
Orang yang sudah gemuk akan bertambah lebih gemuk dan tentunya susah menurunkan berat badan. Maka terbentuklah lingkaran setan akibat merokok pada orang gemuk.
Stm Kekebalan Tubuh Mlmh
A rkk mngndung tar dan zt km lain yang b mlmhkn sistem kekebalan tubuh. Ketika tm kkbln tubuh mlmh, tubuh tdk b bkrj mkml untuk melawan nfk ng muk.
Baca Juga: 3 Penjahat Zakat Fitrah Patut Diwaspadai, Buya Yahya: Jangan Tamak dengan Duit Zakat
Hal n mmbut And lbh rentan terkena berbagai penyakit, bahkan ng ringan kl un. Melemahnya tm kkbln tubuh juga membuat kita mnjd lebih rntn trkn penyakit utmun, rt rhumtd arthritis tu rematik.
Rokok Merangsang Tubuh Untuk Makan dan Minum Berlebihan
Ketika seseorang merokok tubuh akan merangsang untuk makan dan minum secara berlebihan maka dari itu sering kita temukan fenomena merokok di tambah dengan minum teh atau cemilan lain dengan kandungan gula yang sangat tinggi sehingga dapat menimbulkan obesitas.
Rokok Sebagai Pemicu Penyakit Lain
Bukan hanya menyebabkan obesitas rokok juga bisa menjadi pintu utama beberapa penyakit masuk ke dalam tubuh seperti kanker paru-paru, gangguan pernafasan,gangguan janin,Dll.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
Kondisi Terkini PLTN Barakah UEA Usai Kebocoran Radiasi Nuklir Setelah Diterjang Bom Drone
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu
-
Fresh Graduate dan Realita Dunia Kerja: Ekspektasi Tinggi, Kenyataan Beda
-
4 Sunscreen SPF Tinggi Alternatif Somethinc Holyshield untuk Kulit Sensitif hingga Berminyak
-
4 Loose Powder Wardah untuk Makeup Matte dan Wajah Tampak Lebih Halus
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak