Sukabumi.suara.com - Konflik antara Nikita Mirzani dan Laura Meizani Nasseru alias Lolly kian memanas.
Bahkan Lolly membongkar perlakuan buruk sang ibu sambil menangis tersedu-sedua, pada Minggu (4/6/2023) dini hari lewat unggahan Story Instagram-nya.
Ia menceritakan kalau dirinya seumur hidup tidak pernah merasa bahagia menjadi anak Nikita MIrzani.
Unggahan Lolly yang kini sudah dihapus itu direkam dan dibagikan ulang oleh akun gosip @lambe__danu.
"Mimi kenapa sih sejahat ini sama aku, hati aku sakit mimi. Mimi udah kelewatan batas, aku salah apa mimi? Selama hidup aku nggak pernah merasa bahagia, kenapa mimi nggak pernah ngebolehin aku bahagia sekali aja?" ujar Lolly menangis.
Remaja 16 tahun itu mengungkapkan kalau sang ibu tidak pernah meminta maaf kepadanya. Ia juga memohon kepada Nikita Mirzani untuk berhenti menyakitinya.
"Mimi minta maaf ke aku sekali aja. Kemarin aku udah minta maaf ke mimi walaupun bukan salah aku. Kita nggak usah seegois itu, nggak apa-apa kita bilang minta maaf juga," katanya.
"Udah, setop, keterlaluan. Mimi ambil semuanya dari aku, mimi ambil kebahagiaan aku, mimi ambil teman-teman aku, mimi hancurin semuanya," sambungnya lagi.
Perempuan yang kini tinggal di Inggris itu mengungkapkan kalau dirinya dilarang pergi ke psikiater dan dituduh hanya ingin menjelek-jelekkan Nikita Mirzani.
"Kenapa aku selalu dikunciin di kamar, kenapa aku nggak boleh bahagia. Aku capek, aku sakit, aku mau ke psikiater juga mimi nggak bolehin, mimi justru bilang 'Ke psikiater mau jelek-jelekin mimi?'" ungkap Lolly.
Selain itu, Lolly mengaku ia selalu dipukul bahkan disuruh mati oleh ibunya sendiri.
"Mimi suruh Om Ido pukul aku, mimi suruh teman-teman mimi pukul aku. Mimi suruh aku mati berkali-kali kenapa? Kenapa mimi selalu bilang mau bunuh aku?" ucap sambil terisak.
Hingga kini ibu dan anak itu masih saling serang membongkar aib masing-masing. Tangis Lolly dan cerita buruknya soal sang ibu dibalas Nikita Mirzani dengan membongkar kelakuan nakal Lolly.
Diduga karena aibnya sudah dibongkar Nikita Mirzani, Lolly kemudian menghapus unggahan yang menyudutkan sang ibunda.
Berita Terkait
-
Pertahankan Tradisi Leluhur, Kampung Adat di Sukabumi Ini Ternyata Punya PLTA dan Stasiun Telivisi Sendiri
-
Hari Ini, Layanan SIM Keliling di Kota Sukabumi Digelar di Depan BPR Supra dan Kantor Kecamatan Citamiang
-
Cepot Ikon Motocross dari Sukabumi
-
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Melaksanakan Salat IdulFitri 1 Syawal 1444 Hijriah Di Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 HP Oppo A Series dengan Chipset Snapdragon Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
10 Hari Ini Gratis, Jateng Fair 2026 Pamer Inovasi, Investasi, dan Hiburan di PRPP
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa dapat Emas, Cek Daftar Pemenangnya di Sini
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dendam di Era Digital: Bagaimana Cape Fear Menggambarkan Hancurnya Reputasi dengan Satu Unggahan
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang