Sukabumi.suara.com - Kampung adat Ciptagelar di Kabupaten Sukabumi, bagi sebagian wisatawan, tempat ini mungkin tidak asing lagi.
Kampung yang berada di ketinggian 800 - 1200 meter dari permukaan laut, dihuni masyarakat yang masih mempertahankan adat leluhur sebagai orang sunda.
Kampung Cipagelar terletak di Kampung Sukamulya. Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi berada di pedalaman Gunung Halimun - Salak. yang memiliki suasana yang asri dan sejuk.
Berbagai kegiatan dilakukan sesuai kebiasaan nenek moyang seperti cara bertani hingga gaya berpakaian. Keunikan tersebut menjadi daya tarik bagi para wisatawan, walaupun Kampung Adat Ciptagelar bukan tempat wisata.
Uniknya walaupun masih mempertahankan adat dan tradisi, masyarakat itu melek teknologi. Buktinya di kampung tersebut terdapat aliran listrik yang bersumber dari PLTA yang dibangun secara swadaya.
Selain itu juga didirikan stasiun televisi dan radio yang dikelola oleh masyarakat sekitar.
Kembali soal tradisi yang masih dipegang turun temurun di Kampung Ciptagelar. Masyarakat di Kampung Ciptagelar memiliki ciri khas dari lokasi dan bentuk rumahnya.
Ciptagelar terbuka bagi tamunya atau wisatawan yang berkunjung biasanya untuk mengenali dan mempelajari cara hidup budaya lokal. Wisatawan juga bisa merasakan suasana asri dan sejuk yang jauh dari kehidupan kota yang ingar bingar.
Di desa inilah, tepatnya di Kampung Sukamulya, Abah Anom atau Bapa Encup Sucipta sebagai puncak pimpinan kampung adat memberi nama Ciptagelar sebagai tempat pindahnya yang baru. Ciptagelar artinya terbuka atau pasrah.
Kepindahan Kampung Ciptarasa ke kampung Ciptagelar lebih disebabkan karena “perintah leluhur” yang disebut wangsit. Wangsit ini diperoleh atau diterima oleh Abah Anom setelah melalui proses ritual beliau yang hasilnya tidak boleh tidak, mesti dilakukan.
Masyarakat atau warga Kampung Ciptagelar sebenarnya tidak terbatas di kampung tesebut saja tetapi bermukim secara tersebar di sekitar daerah Banten, Bogor, dan Sukabumi Selatan.
Namun demikian sebagai tempat rujukannya, “pusat pemerintahannya” adalah Kampung Gede, yang dihuni oleh Sesepuh Girang (pemimpin adat), Baris Kolot (para pembantu Sesepuh Girang).
Berita Terkait
-
Selain Hak Asuh Anak, Inara Rusli Juga Tuntut 2/3 Royalti Lagu Ciptaan Virgoun
-
Akhirnya Tampil di Publik, Fadly Faisal dengan Wajah Muram Tegang Saat Jumpa Pers
-
Diduga Serangan Jantung, Pedangdut Senior Connie Nurlita Meninggal Secara Mendadak
-
Inara Rusli Mangkir di Sidang Perdana, Agenda Mediasi Batal ?
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar
-
Bantah Dalih Pujian Bupati, Amir Hamzah Bongkar Perangai Kasar Hasbi di Depan OPD
-
Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?
-
7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol
-
Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus
-
Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global
-
Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya
-
Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras