Sukabumi.suara.com Bogor 15/6/2023 Hari ini lapangan SMAN 1 Cijeruk semakin meriah dengan berdirinya berbagai stand dan tenda. setelah hampir satu minggu berbagai permainan tradisional Sunda digelar.
Hari ini, berbagai stand berisi makanan dan penganan tradisonal Sunda terhampar. Dalam prosesnya kegiatan ini memiliki konseptual bahwa makanan adalah sesuatu yang penting.
“Ngejo Parab Awak, Ngaji Parab Ahlak, Nguji Parab Rasa.” Pangan adalah hal dasar yang mesti dipenuhi agar kebutuhan biologis terpenuhi.
Ngaji parab rasa, ngaji tidak diartikan hanya membaca kitab suci. Riset dan penelitian pun merupakan kajian. kajian adalah makanan untuk tumbuhnya rasa-rasa sosial, sebab nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama dan kebudayaan lebih dekat dengan rasa-rasa kebaikan. Empati, solidaritas, hormat, dan lain sebagainya.
Nguji parab diri. Diterjemahkan bahwa semua proses yang dilakukan harus dievalusi. Evaluasi yang terbaik adalah uji diri atau yang lebih dikenal dengan istilah self assessment. Jabar masagi adalah konsep manusia yang mengenali dirinya sendiri, sebelum diuji orang lain dia bisa terlebih dahulu mawas diri.
Membuat makanan tradisional tidak hanya dipandang sebagai aktivitas memenuhi kebutuhan biologis, tapi diartikan sebagai proses menumbuhkan rasa. Mempelajari sejarah dan filosofis makanan.
Kemudian memahami konsep rasa, bentuk, warna dan proses sebagai bentuk kearifan lokal. Makanan diproses bukan hanya untuk memudahkan tubuh mencerna makanan, namun juga menambah cita rasa, mengawetkan, bahkan lebih jauhnya bernilai keagamaan atau religi.
Memasak secara bersama-sama adalah proses pendidikan pewarisan ilmu pengetahuan dan keterampilan dari yang lebih tua kepada yang muda, dari yang berilmu kepada yang tuna.
Memasak bersama adalah kerja-kerja komunal. Proses dimana setiap individu bisa menempatkan dirinya sesuai dengan kemampuannya. apakah sebagai inisiator, penggerak, pelaksana dan kepemimpinan tentunya.
Baca Juga: Inge Anugrah Selingkuh dengan Eks Anggota Boyband Smash Rafael Tan? Mereka Suka Bikin Konten Bareng
Individu yang bekerjasama adalah kelompok masyarakat. Tentunya nilai-nilai kearifan lokal tersebut yang bisa diangkat dari proses memasak bersama.
Proses berikutnya adalah menghidangkan. Menghidangkan adalah proses sebelum makanan dikonsumsi. Kita belajar dan mempraktekan seni rupa. susunan makanan adalah seni komposisi, warna, dan bentuk. Otak akan menilai terlebih dahulu penempatan makanan dan hidangan yang ditampilkan, komposisi warna baik hijau, merah, emas, dan lainnya akan menimbulkan kesan tertentu.
para siswa belajar dan mempraktekkan bagaimana komposisi tersebut terjadi di stand-stand yang mereka jaga. Menjaga penampilan diri yang baik dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan adat dan norma.
Selain pakaian juga dipraktikan bagaimana menyapa calon konsumen atau mereka yang sekedar melihat-lihat. Kecerdasan komunikasi merupakan salah satu modal dasar yang penting diabad ini. Walaupun e commerce sudah menjadi platform bisnis saat ini. Namun kita lihat bahwa ujung tombak berbagai emart baik itu shopee, tokopedia, tiktok dll adalah live mart. Proses dimana para penjual live dan menyapa para calon konsumen.
Pada proses tersebut terlihat beberapa siswa yang tidak menonjol dalam mata pelajaran. Ternyata memiliki kemampuan komunikasi dan marketing yang baik. Mungkin ini salah satu premis bahwa yang nilainya tidak terlalu baik dalam pembelajaran tapi mereka sukses dalam kehidupan.
Sejatinya tidak pernah ada pengetahuan dan keterampilan yang sia-sia dalam proses pendidikan. Hanya saja prosesnya bergeser dari pasar ke media sosial dan pasar elektronik.
Berita Terkait
-
Edukasi Literasi Keuangan UMKM Kota Bogor Melalui Kelas Pintar Bersama
-
Jabar Masagi - Perlombaan Permainan Tradisional Ucing Benteng Memperkuat Kearifan Lokal Jiwa Kepemimpinan, Kompetisi, dan Kesehatan Tubuh
-
Bantah Mahar Rp3,5 Miliar, Saan Mustopa Serang Balik Eks Ketua DPD Nasdem Indramayu
-
Abang Jago Tukang Parkir di Bogor Ngamuk Gegara Tak Terima Dibayar Rp 400 Perak: Astagfirullah Itu Orang Pelit Banget
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus