suara.sukabumi.com - Kemenpora melalui Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda menyelenggarakan pelatihan kemandirian ekonomi daerah bagi pemuda dalam program Youth Edu Life Skill di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Selasa (11/7/2023) yang juga menjadi salah satu tuan rumah berlangsungnya Organization Islamic Cooperation Cultural Activity (OIC-CA) 2023.
Dalam pembukaan pelatihan kemandirian ekonomi daerah bagi pemuda, Plt. Deputi Pemberdayaan Pemuda, Dr. Drs. Yohan., M.Si. menyampaikan bahwa di era globalisasi dan tantangan ekonomi yang kompleks mesti disiasati dengan membangun kemandirian ekonomi daerah menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Pelatihan dengan tema “From Local to Global: Pemuda Maju untuk Indonesia Maju” berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 70 orang peserta hadir secara tatap muka maupun melalui konferensi video yang diikuti oleh pemuda dari seluruh Indonesia. Pelatihan dengan tema “From Local to Global: Pemuda Maju untuk Indonesia Maju” berlangsung selama dua hari
Pun peserta terdiri dari berbagai unsur pemuda, termasuk organisasi kepemudaan, kelompok wirausaha muda, pecinta lingkungan hingga kelompok disabilitas yang juga difasilitasi dengan penerjemah bahasa isyarat.
Dr. Drs. Yohan., M.Si menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun ekonomi daerah yang mandiri. Pelatihan ini memiliki berbagai sesi yang mencakup topik-topik seperti pengembangan usaha lokal, pemasaran dan branding daerah, manajemen keuangan daerah, serta pengembangan infrastruktur dan teknologi di wilayah kita”.
Tidak itu saja, lanjut Dr. Drs. Yohan., M.Si dengan pelatihan ini, pemuda akan belajar bagaimana mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di daerah, mengidentifikasi peluang bisnis dan memanfaatkan potensi ekonomi lokal menuju ekonomi global.
“Saya ingin mengajak para pemuda semua untuk berpartisipasi secara aktif dalam pelatihan ini. Manfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pengetahuan, berdiskusi dengan sesama peserta, dan membangun jaringan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah kita”, ajak Dr. Drs. Yohan., M.Si.
Pelatihan ini menghadirkan para pembicara yang kompeten dan relevan dengan tema yang hendak disampaikan. Narasumber seperti Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (Wakil Ketua Komisi X DPR RI); Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM (Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian);
Ada juga narasumber seperti Drs. H. Alimuddin, M.Si (Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Otorita Ibu Kota Nusantara); Hamdan Hamedan, M.A (Tenaga Ahli Menpora Terkait Diaspora dan Kepemudaan); H. M. Agus Hari Kesuma, SE., MM., M.Si (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur).
Baca Juga: Alshad Ahmad Ajak Seorang Wanita Main Bareng dengan Harimaunya, Warganet: Target Baru
Serta tak lupa pembicara sekelas Prof. Dr. H. Moh. Bahzar, M.Si (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman; Sari Nurmayani, S.Pd, M.Si (CEO PT. Agritama Sinergi Inovasi) yang semuanya memiliki kompetensi terkait kepemudaan, dan kemandirian ekonomi daerah.
Dr. Drs. Yohan., M.Si dalam penutupnya amat berharap program ini bisa menjadi rangsangan baik bagi kemandirian daerah kelak.
“Saya berharap dengan semangat yang tinggi dan kerjasama yang baik, pelatihan ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan ekonomi daerah kita. Mari kita tingkatkan kemandirian ekonomi daerah kita bersama-sama,” pungkasnya.
Sementara itu, Hamdan Hamedan, Chief Executive Officer KESAN, yang juga merupakan Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga dalam mengawali paparannya, menyampaikan bahwa "Punya bola kristal sekalipun, memprediksi masa depan tidaklah mudah." Kita tidak dapat dengan pasti memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan, namun kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Hamdan Hamedan menekankan bahwa satu-satunya yang konstan dalam hidup adalah perubahan. Ini adalah fakta yang tidak dapat kita hindari. Oleh karena itu, penting bagi pemuda untuk memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dalam era yang terus berkembang, pekerjaan juga akan mengalami perubahan. Sebagian pekerjaan akan punah, sedangkan sebagian lainnya akan tumbuh. Pekerjaan yang mengandalkan tindakan berulang akan menjadi terancam, sementara pekerjaan yang membutuhkan penilaian manusia akan menjadi semakin penting. Ini menggarisbawahi pentingnya pemuda mengembangkan kemampuan dalam menganalisis masalah secara kompleks dan memiliki pemahaman yang luas dalam berbagai disiplin ilmu.
Hamdan Hamedan juga menekankan pentingnya terus mengembangkan keterampilan sosial. Kita tetap menjadi makhluk sosial di masa depan. Kualitas sebagai anggota tim yang baik, mitra yang baik, dan pemimpin yang baik harus selalu ditingkatkan. Kemampuan menulis, memberikan penjelasan, dan yang terpenting, kolaborasi, akan menjadi keterampilan yang sangat berharga.
"Dalam 10-15 tahun ke depan beberapa pekerjaan akan hilang." Ini adalah tantangan yang harus dihadapi oleh pemuda. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mempersiapkan diri sejak sekarang. Kemampuan dalam pemecahan masalah kompleks, keterampilan berinteraksi dengan orang lain, pengelolaan diri, dan pola pikir pembelajaran seumur hidup adalah kunci kesuksesan di masa depan.
Dalam rangka menghadapi tantangan tersebut, pemuda perlu mengembangkan sikap proaktif dan fleksibel. Mereka harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan belajar secara terus-menerus. Memiliki pola pikir yang terbuka dan siap untuk belajar adalah hal yang sangat penting.
Pelatihan Kemandirian Ekonomi Daerah Bagi Pemuda Tahun 2023 memberikan pemahaman yang kuat tentang tantangan dan persiapan yang diperlukan untuk menghadapi masa depan. Pemuda harus memahami bahwa dunia yang kompleks dan terus berubah membutuhkan pemikiran kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Dengan mengembangkan keterampilan tersebut, mereka dapat melangkah maju dari level lokal menuju global dan berkontribusi dalam memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Hasil Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026: Taeguk Warrior Menang Comeback 2-1!
-
Redmi Buds 6: TWS Murah Xiaomi dengan Fitur Premium dan Suara Menggelegar
-
Cara Beli Paket MAXStream TV untuk Menonton Piala Dunia 2026
-
Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko
-
Bagaimana Backrooms dari Foto Anonim Jadi Fenomena Horor Psikologis Dunia?
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Javier Aguirre: Harusnya Meksiko Menang 4-0 atas Afrika Selatan
-
Daftar Siaran Resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia, Bisa Nonton Gratis di TV dan Streaming
-
Jelang Lawan Skotlandia, FIFA Paksa Timnas Haiti Desain Ulang Jersey, Kenapa?
-
Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik