Nyamuk yang bergentayangan jadi pemandangan biasa di musim kemarau. Hal ini cukup mengganggu aktivitas di rumah.
Ada beragam cara mengusir nyamuk dan mengurangi populasinya, namun kebanyakan orang menggunakan semprotan dengan cairan kimia atau obat nyamuk bakar. Obat nyamuk yang jamak di pasaran ini mengandung sejumlah bahan aktif seperti piretin. Piretin memang pestisida yang tidak beracun, tetapi bisa mengganggu pernapasan bila terhirup dalam jumlah besar
Ternyata ada cara alami yang murah dan tidak berdampak buruk kepada kesehatan. Mengutip dari kanal Youtube Hydrofarm TV Indo, cara pertama ialah menggunakan serai. Serai dibenci nyamuk karena mengandung minyak sitronela dan atsiri.
Tanam atau taruh tumbuhan serai di sudut-sudut rumah untuk mengusir nyamuk. Atau potong daun serai lalu rebus, peras airnya kemudian campur dengan cairan pembersih dan gunakan untuk mengepel lantai.
Bisa juga gunakan air perasan serai yang dicampur dengan air biasa, kemudian disemprotkan ke area di mana banyak nyamuk berkumpul.
Kedua, gunakan minyak cengkeh. Larutkan minyak cengkeh dengan minyak zaitun atau minyak kelapa (VCO). Oleskan ke area permukaan kulit tangan dan kaki. Tidak disarankan untuk mengoleskan larutan ini ke wajah karena panas dari campuran tersebut.
Cara lainnya ialah dengan membuat obat nyamuk cengkeh. Caranya dengan perbandingan 1:10 minyak cengkeh dengan air biasa. Kemudian semprotkan ke tanaman-tanaman berdaun lebar, taman, pagar dan area bermain untuk mengusir nyamuk. Untuk perlindungan maksimal, ulangi 1-2 jam sekali.
Ketiga, gunakan kulit jeruk/lemon/jeruk nipis/jeruk bali. Kandungan limonen pada kulit jeruk ampuh untuk mengurangi intensitas nyamuk di area yang diletakkan kulit jeruk tersebut. Berdasarkan penelitian, senyawa limonen disebut bisa membuat nyamuk sesak napas.
Bisa juga dengan merebus kulit jeruk, saring airnya, lalu biarkan air rebusan yang telah disaring itu mendingin. Masukkan cairan rebusan kulit jeruk yang mendingin ke dalam semprotan, lalu semprotkan ke area yang dihuni nyamuk.
Mudah, murah, alami dan tidak bikin bengek alias tetap sehat.
Selamat mencoba!
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an
-
BNPB: Jauhi Pantai Pasca-Gempa Bumi NTT
-
Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun
-
Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
-
Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere