/
Sabtu, 03 Desember 2022 | 14:14 WIB
Ilustrasi Jokowi. Beda Jokowi dan Suharto habisi lawan politiknya. (Antara)

Suara Sumatera - Pengamat Ekonomi Rizal Ramli membeberkan pendapatnya mengenai perbedaan cara Presiden Suharto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menghabisi lawan politiknya.

Menurut Rizal Ramli, Jokowi adalah sosok pendendam yang sifatnya pribadi bukan karena sistem. Ini berbeda dengan Suharto.

Sementara Suharto, kata Rizal Ramli, dendamnya bersifat ideologis yaitu tidak suka dengan komunis. Sehingga orang komunis dihabisi.

"Dendamnya Jokowi itu pribadi sifatnya bukan sistem. Kalau Pak Harto ideologis. Dalam arti kata dia anti komunis, sikat, babat, penjarain, tembak," ujar Rizal Ramli dikutip dari YouTube Total Politik.

Yang kedua, dendam Suharto kepada lawan politiknya berdasarkan sistem. Menurut Rizal Ramli, Suharto sadar membangun sistem otoriter di Indonesia.

"Siapa ga suka sistem otoriter, seperti kita mahasiswa mau Indonesia demokratis, ya dibabat," ujar mantan Menko Bidang Kemaritiman.

Artinya, jelas Rizal Ramli, Suharto membabat lawan politiknya bukan karena personal kebencian pribadi tapi karena sistem.

"Nah kalau kawan kita Pan, Mas Jokowi, dia personalize. Misal sama gua, dicari titik lemah kita, kan dia bingung, dikerahkan buzzer, influencer," tutur Rizal Ramli.

Rizal Ramli mengaku jika mengkritik Jokowi lewat Twitter, saat itu juga puluhan ribu buzzer menyerangnya dengan kata-kata makian.

Baca Juga: Dukung Pemulihan Ekonomi, PLN Jalankan Arahan Presiden Siapkan Pasokan Listrik Untuk Hilirisasi Industri

Gaya Jokowi ini disebut Rizal Ramli dengan istilah nabok nyilih tangan. 

Load More