Suara Sumatera - Bupati Meranti Muhammad Adil menjadi sorotan karena ucapannya yang menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berisi iblis atau setan. Adil geram lantaran dana bagi hasil (DBH) ke daerahnya kecil padahal penghasil minyak.
Lantas siapakah sosok Bupati Meranti Muhammad Adil? Berikut profilnya melansir dari wikipedia pada Senin (12/12/2022).
Adil merupakan pria kelahiran 18 April 1972. Dirinya menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru.
Sebelum menjadi kepala daerah, Adil menjadi anggota DPRD Riau masa jabatan 2019-2024 dan 2019-2020. Namun di periode kedua ini, Adil hanya setahun menjabat, Ia pun maju sebagai calon Bupati Kepulauan Meranti periode 2021-2024. Dirinya pun menang dan terpilih menjadi Bupati Meranti.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum FORKI Kabupaten Kepulauan Meranti pada periode 2010-2014. Selain itu, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Sarjana NU Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2018-2022.
Diketahui, Adil menyebut orang Kemenkeu berisi iblis atau setan saat berdialog dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman.
Hal itu disampaikan Adil saat rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se Indonesia di Pekanbaru, Kamis (8/12/2022).
Dirinya menyebut dana bagi hasil (DBH) yang diterimanya tidak sesuai. Ia juga mengancam terkait angkat senjata hingga menyinggung bahwa Meranti pindah ke negara tetangga alias Malaysia.
"Di Riau ini mungkin kami paling banyak sekarang dibornya. Tapi pertanyaannya mengapa duit kami tak dikembalikan," kata Adil melansir Suara.com.
Sementara itu, Lucky mengatakan pembagian DBH sesuai daerah penghasil, perbatasan dan daerah yang ikut mengelola. Sayangnya, jawaban itu tidak menenangkan Bupati Meranti.
"Kami daerah miskin, kalau kami daerah kaya kami biarkan saja. Mau diambil Rp 10 triliun pun nggak apa-apa. Kami daerah miskin, daerah ekstrem. Jadi kalau daerah miskin ada minyak, bapak ibu ambil uang entah dibawa ke mana, pemerataan-pemerataan ke mana?" sambung Adil.
Berita Terkait
-
Bupati M Adil Minta Meranti Diserahkan ke Malaysia, Rocky Gerung: Kemarahan Ekonomi yang Beranak Pinak
-
Bupati Meranti Punya Harta Rp 4,78 Miliar, Pantas Berani Sebut Kemenkeu Iblis
-
Minta Mendagri Turun Tangan Respons Bupati Meranti, Masinton: Tak Boleh Kepala Daerah Ancam Gabung Negara Lain
-
Tak Puas Sebut Kemenkeu Iblis, Bupati Meranti Berencana Gugat Jokowi
-
Bupati Meranti Ancam Gabung Malaysia, Masinton PDIP: Tidak Etis, Melanggar Sumpah Janji Jabatan
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Cristiano Ronaldo akan Jadi Pemain Pertama yang Tampil di 6 Edisi Piala Dunia
-
Banjir Hadiah di Indogrosir Padalarang dan Sembako Gratis dari BRI!
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Warga RW 11 Kayumanis Bogor Pasang Spanduk Protes, Tegas Tolak Proyek PSEL di Pemukiman
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Kasus Dugaan Asusila Guncang PSHT Pontianak, Dua Remaja Disebut Jadi Korban
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Oknum TNI dan 2 Warga Sipil Ditangkap BNN di Bogor, Selundupkan 29 Kg Sabu Asal Aceh
-
Acha Septriasa: Bertahan di Pernikahan Toksik Demi Anak Tak Selalu Benar