Suara Sumatera - Pernyataan Bupati Meranti Muhammad Adil yang menyebut orang-orang di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berisi iblis dan setan membuatnya menjadi sorotan.
Ucapan Muhammad Adil tersebut disampaikan saat menghadiri acara rapat koordinasi nasional (rakornas) Optimalisasi Pendapatan Daerah di Pekanbaru pada Kamis (8/12/2022).
Buntutnya, Bupati Adil diminta untuk meminta maaf kepada Kemenkeu, bahkan orang nomor satu di Meranti tersebut mendapat teguran keras dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Namun, Adil mengaku tidak ada menyebut orang Kemenkeu isinya iblis atau setan. Menurutnya, itu adalah pertanyaan dia apakah Kemenkeu itu isinya iblis atau setan.
"Enggak ada saya nyebut-nyebutkan itu. Pertanyaan saya itu kan apakah Kemenkeu itu isinya iblis atas setan," jelas Adil dikutip dari Wartaekonomi.co.id--jaringan Suara.com.
Seolah menegaskan, pengamat politik sekaligus akademisi, Rocky Gerung setuju dengan sikap Bupati Adil.
“Jadi nggak usah paksa Bupati Meranti itu untuk minta maaf karena dia udah dibentuk oleh keadaan dan kalau dia minta maaf dia kehilangan kesempatan sejarah untuk tumbuh sebagai pemimpin,” ujar Rocky Gerung dalam kanal Youtube, Kamis (15/12/22).
Rocky bahkan menyebut langkah kritik yang dilakukan Muhammad Adil selaku Bupati Meranti bagaikan Robin Hood di tengah ketidakadilan.
“Karena sikapnya bisa menunjukkan bagaimana antusias masyarakat terhadap Meranti itu dan itu menunjukkan bahwa orang sekarang nyari Robin Hood,” kata Rocky.
Baca Juga: Hari Pertama Jadi Plh Sekprov Sulsel, Aslam Patonangi: ASN Tidak Boleh Telat Masuk Kantor
“Jadi ini Muhammad Adil ini sudah jadi Robin Hood istilahnya, dan semua orang ingin lihat ke arah mana panahnya itu ditancapkan. Karena itu biasanya tanda di situ hasil perampokannya akan dibagi tuh,” tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Geger Penemuan Granat Nanas Aktif di Rumah Purnawirawan TNI Blitar
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen
-
Bukan Dongeng Biasa: Sisi Gelap dan Brutal di Balik Keimutan Dongeng Kucing
-
Lian, Ombak, dan Luka yang Disembunyikan: Review Jujur Novel Ingatan Ikan-Ikan
-
QRIS Sumsel Tembus Rp14 Triliun, BI Jadikan Pariwisata dan UMKM Motor Ekonomi Digital
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Modus Rayuan dan Uang Jajan, Paman di Lampung Tengah Rudapaksa Keponakan Sendiri
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas