Suara Sumatera - Mendiang Sri Sultan Hamengkubuwono IX pernah menjadi Wakil Presiden di era pemerintahan Presiden Soeharto pada perioden 1973-1978. Ia satu-satunya Sultan yang jadi Wapres.
Sebagai seorang raja, Sri Sultan tentu sudah jelas menjalani pemerintahan feodalistik di Yogyakarta. Apalagi, dia juga menguasai tanah daerah istimewa tersebut sebagai tanah kerajaan.
Meski begitu, Sri Sultan pernah mengatakan bahwa Soeharto jauh lebih berkuasa ketimbang dirinya yang jelas-jelas seorang raja.
Pengakuan Sri Sultan Hamengkubowono IX itu diceritakan kembali oleh politikus senior PDIP, Panda Nababan.
"Sultan Hamengkubowono ini banyak memberitahukan ke saya informasi bagaimana kepemimpinan Soeharto, waktu aku tanya apa sih bedanya Sultan dengan Pak Harto?" ungkap Panda Nababan dalam perbincangannya di kanal YouTube Keadilan TV, dikutip dari Suara.com, Senin (19/12/2022).
Ada tiga perbedaan antara Sultan Hamengkubuwono IX dengan Soeharto.
"Aku (Sri Sultan) hanya beda tiga hal, pertama dia (Soeharto) punya tabir saya enggak punya tabir," ujar Panda Nababan mengenang pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Menurut Panda, yang dimaksud tabir adalah kemampuan untuk menampakkan ketikdaksukaan melalui mimik wajah.
"Soeharto punya kemampuan menciptakan kesan (tidak suka) ke tamunya, kalau saya (Sri Sultan) enggak," ujar Panda.
Baca Juga: Gak Sempat Foto Bersama Saat Pernikahan Kaesang dan Erina, Anies Baswedan: Saya Semula Mau.....
"Kedua, ternyata dia (Seoharto) lebih kaya dari saya (Sri Sultan), padahal seluruh Jogja tanah Sultan loh," imbuhnya.
Sementara perbedaan ketiga, Sri Sultan menurut Panda menyebutkan bahwa Seoharto lebih feodal ketimbang dirinya yang seorang raja.
"Yang ketiga apa, seharusnya aku feodal aku raja tapi Soeharto lebih feodal," ungkap Panda menirukan cerita Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX senidiri menjabat di pemerintahan bukan hanya sebagai wakil presiden. Raja DIY tersebut juga pernah menjadi Menteri Negara pada Kabinet Syahrir (1946-1947) dan Kabinet Hatta (1948-1949).
Kemudian menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Hatta II 1949-1950.
Berita Terkait
-
4 Rekor Spesial yang Dipecahkan Kylian Mbappe meski Gagal Bawa Prancis Juara Piala Dunia 2022
-
Cara Cek E-KTP Online, Mudah Tak Perlu ke Dukcapil!
-
Bocoran Xiaomi Pad 6 dan 6 Pro Muncul di Dunia Maya, Punya Layar OLED dan Snapdragon 8 Plus Gen 1
-
Fakta-Fakta Kecelakaan Kereta Cepat di Bandung Barat, Apa Biang Keroknya?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi