/
Selasa, 20 Desember 2022 | 12:13 WIB
Rocky Gerung (YouTube)

Suara Sumatera - Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera membuat aturan kampanye dalam tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 ini. Hal ini dinilai sebagai respon adanya aksi Anies Baswedan berkampanye di sejumlah daerah.

Menurut pengamat politik Rocky Gerung hal ini merupakan sesuatu yang ajaib. Menurut ia, KPU hendaknya mengartikan kampanye lebih baik. 

"Istilah kampanye bukan hanya pada lokasi, tapi mutu yang disampaikan. Jika Anies mendatangi sejumlah daerah, berarti kan ketahui pada yang disampaikan," ujarnya di kanal YouTube miliknya.

Pada tahapan kampanye pada Pemilu tahun 2024, diberikan waktu sekitar 70 hari. Dengan jumlah peserta Pemilu mencapai 17 Partai Politik (Parpol), maka hanya memiliki 4 hari untuk bersosialisasi.

"Apakah dengan 4 hari, menjadi waktu yang cukup bagi Parpol untuk dikenal," ujar Rocky.

Hal ini kemudian mengiring masyarakat hanya akan mengenal Parpol melalui apa yang diberi, apa yang dibagikan serta apa yang diterima oleh masyarakat.

"Padahal Jokowi juga ingin agar partai politik bisa berkampanye dengan bermutu," sambungnya.

Rocky Gerung pun mengungkapkan jika lokasi kampanye bukan menjadi suatu tolak ukur. Karena itu, pelarangan mengenai lokasi kampaye di kampus juga merupakan hal yang keliru.

"Kampanye itu bertemunya pemikiran pemikiran bermutu. Nah, salah satu sumber pemikiran bermutu tersebut berasal dari dunia kampus," ujarnya kemudian.

Baca Juga: Perusahaan Elektronik Asal Taiwan akan Didenda Pemerintah atas Dugaan Investasi di China

Dengan bakal adanya aturan baru tersebut, Rocky pun mengiyakan jika Pemerintah tampaknya mulai kelimpungan dengan safari Anies Baswedan.

"Yang sekarang terbalik. Semua boleh kecuali Anies, ini konyol. Iya (Istana) tampaknya mulai makin menghadang," tuding Rocky.

Karena itu, ia pun mengajak agar Pemilu 2024 menjadi lebih bermutu. "Setiap orang jangan dihadang. Bukankah lebih baik yang mau jadi capres tapi belum cukup syarat 20 persen mengenalkan diri, ketimbang yang sudah 20 persen tapi tidak punya visi dan misi kedepan," sambung Rocky.

Dia pun kembali menyinggung mengenai jadwal kampaye yang menurut ia konseptual.

"Jadwal hanya teknis. Jadwal kampaye secara etis, bisa setiap saat aja," kata Rocky.

Load More