Suara Sumatera - Luhut Binsar Panjaitan tengah menjadi obrolan publik. Setelah pernyataan mengenai OTT KPK bikin nama negara buruk. Belum lama ini juga terdapat video yang menyebutkan jika Menteri Keuangan Sri Mulyani membongkar aib Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia tersebut tak bisa berkata apa-apa lagi, saat boroknya diketahui Jokowi.
Akun YouTube dengan nama pengguna POPULER NEWS mengunggah informasi tersebut dengan narasi thumbnail.
'Riwayat Luhut Berakhir! Sri Mulyani Ungkap Kebusukan Luhut di Depan Jokowi," tulis narasi pada thumbnail dan judul video.
Thumbnail juga memperlihatkan gambar Luhut sedang digelandang petugas kepolisian dipimpin oleh Sri Mulyani. Salah seorang pria membawa koper merah di belakang Luhut. Pada sisi lain, tampak petugas KPK menghampiri Luhut.
Gambar Presiden Jokowi terpantau sedang bersama Tito Karnavian mengenakan seragam polisi.
Apakah klaim pada video benar?
Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta pada Rabu, (21/12/2022), informasi yang diunggah pada video adalah salah.
Penjelasan
Baca Juga: Meski Dilirik PPP, Mengapa Sandiaga Uno Masih Dinilai Sulit Maju Pilpres 2024?
Setelah menonton video, unggahan dengan durasi 8.32 detik tersebut tidak memperlihatkan momen-momen Luhut digelandang petugas kepolisian maupun KPK.
Klip awal pada video berisi suara narator tanpa gambar yang mengutip soal balasan menohok mantan penyidik senior Novel Baswedan menyusul pernyataan Luhut tentang OTT KPK.
Berikutnya pada video, mempertontonkan wawancara lawas Novel Baswedan menyikapi kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel sendiri.
Video pada unggahan merupakan gabungan dari potongan video. Masing-masing klip tidak memiliki keterkaitan satu sama lain. Gambar video dengan suara narator juga tidak sesuai.
Gambar thumbnail pada video diduga kuat hasil editan. Karena pada video tidak ada statement dari Sri Mulyani yang membuka aib Luhut kepada Jokowi.
Sebagai informasi, lagi ramai soal pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan yang punya pandangan tersendiri soal cara kerja KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Menurut Luhut, cara itu tidak bagus.
Berita Terkait
-
Jokowi Sanjung Kesetiaan Hanura: 2 Periode Nggak Tengok Kanan Kiri, Nggak Meleng Kemana-mana
-
Tegas Ketum Hanura Bicara Capres Depan Jokowi: Saya Belum Dukung Siapa Pun, Apalagi Anies Baswedan!
-
Gerah Jokowi Dituding Intervensi Partai Tak Lolos Pemilu, Maksudnya Partai Ummat?
-
Puja-puji Jokowi Di HUT Hanura: Partai Paling Enak Diajak Koalisi
-
Jokowi Diminta Segera Bentuk Satgasus untuk Tertibkan Mafia Tambang
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Kejutan Lebaran dari KAI, Naik LRT Jabodebek Hanya Rp1
-
Apakah Salat Idulfitri Harus Berjamaah?
-
LIVE STREAMING! Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idulfitri 1447 H
-
Warga Karawang Catat! Ini 5 Lokasi Shalat Idul Fitri Muhammadiyah Besok, Jumat 20 Maret 2026
-
Awas, Ada Potensi Lonjakan Harga Barang Pokok Sehabis Lebaran
-
Berapa Bayar Zakat Fitrah 2026? Ini Besaran dan Batas Akhir Pembayarannya
-
Tarif LRT Jabodetabek Cuma Rp1 Selama H1 dan H2 Lebaran 2026
-
Takbiran Bareng Nyepi, Habib Jafar Ingatkan Toleransi Bagian Ajaran Islam
-
12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas
-
Dasco dan Puan Duduk Satu Kursi Dampingi Prabowo-Mega, Sinyal Politik Apa?