/
Kamis, 22 Desember 2022 | 09:12 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Iriana Jokowi bertolak kembali ke Tanah Air usai menghadiri KTT APEC di Bangkok, Thailand, Jumat (18/11/2022). ([Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden])

Suara Sumatera - Dalam sambutannya di perayaan ulang tahun ke-16 Partai Hanura, Joko Widodo (Jokowi) tampaknya mengeluarkan uneg-unegnya. Dia menyebut menyalahkan dan mengkambinghitamkan istana merupakan perkara paling enak.

Seolah menjadi kode keras, Jokowi pun bercanda soal bakal ada yang tidak akan berhasil koalisi juga mengkambinghitamkan istana. Lembaga istana terkesan kena batunya atas semua kegagalan tersebut.

"Mungkin, untuk pilpres, bisa seperti itu lagi. Ada orang atau tokoh yang ingin sekali dapat kendaraan supaya bisa mencalonkan, ternyata tidak bisa. Tuduh lagi presiden ikut-ikutan, istana ikut-ikutan, kekuatan besar ikut-ikutan." ujar Jokowi.

"Paling enak itu memang mengambinghitamkan, menuduh Presiden, Istana, Jokowi, paling enak itu. Paling mudah dan paling enak," kata Jokowi sebelumnya.

Presiden menegaskan, urusan lolos dan tidaknya peserta Pemilu 2024 merupakan tanggung jawab KPU. 

"Itu kan sebetulnya urusannya KPU, tetapi yang dituduh-tuduh karena tidak lolos langsung tunjuk-tunjuk, itu Istana ikut campur, kekuatan besar ikut campur, kekuatan besar intervensi," katanya.

"Saya itu enggak mengerti apa-apa masalah ini. Ini kan total 100 persen urusannya KPU. KPU itu independen. Jadi, tidak bisa yang namanya ikut-ikutan, mengintervensi, enggak ada," ucapnya.

Hal yang sama mungkin terjadi pada koalisi Pemilihan Presiden (Pilpres).

 "Gagal koalisi nanti yang dituduh Istana lagi. Ini Istana ini, Istana, Istana. Padahal, saya itu tidak mengerti koalisi antarpartai, antarketua partai yang ketemu," katanya.

Baca Juga: Song Hye-Kyo Secara Nyata Saling Adu Tampar untuk Salah Satu Adegan di Drama 'The Glory'

Urusannya apa dengan saya? Hati-hati, karena ini yang ingin ikut pilpres kan banyak, padahal calonnya tidak tahu, bisa empat pasang, tiga pasang atau dua pasang. Enggak mengerti saya," sambung Jokowi.

Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais (tengah). Partai Ummat gagal jadi peserta Pemilu 2024. (sumber: tangkapan layar/dok Partai Ummat)

"Apakah semudah itu partai atau peserta pilpres bisa digagalkan? Kan tidak, partai itu orang-orang pintar semua, masa gampang sekali dibegitukan? Kan tidak mungkin," kata Presiden Jokowi.

Sindiran ini seolah menjawab tudingan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais sebelumnya menduga ada kekuatan besar yang bermain sehingga partainya tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2024. "Tampaknya atas perintah kekuatan yang besar, Partai Ummat disingkirkan single out, atau satu-satunya yang disingkirkan sehingga Partai Ummat tidak bisa ikut Pemilu 2024," ungkap Amien.

KPU pada 14 Desember lalu telah menetapkan 17 parpol lolos menjadi peserta Pemilu 2024 dan satu lainnya, yakni Partai Ummat dinyatakan tidak memenuhi syarat. Namun kekinian, KPU akan memverifikasi ulang partai tersebut.

Load More