/
Senin, 26 Desember 2022 | 20:36 WIB
Megawati Soekarnoputri (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara Sumatera - PDI Perjuangan memang merupakan partai yang kini menjadi satu-satunya bisa mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 secara mandiri.

Meski tidak perlu berkoalisi bersama dengan partai lainnya, namun sosok yang dimajukan oleh PDIP ini tentu akan mempengaruhi kemenangan partai berlogo moncong putih tersebut. Belum lama ini, survei mengungkapkan analisanya pada kader di PDI Perjuangan, di antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.

Dalam survei tersebut elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mencapai 42,8%. Tinggi survei Ganjar ini dinilai, Pengamat Politik Rocky Gerung ialah upaya 'menekan' sosok ketua Megawati Soekarnoputri.

Padahal kata Rocky, PDIP tergolong partai punya prinsip politik tidak akan mengandalkan hasil survei.

Apalagi, lembaga survei tidak bisa dikatakan kredibel.

"PDIP selalu katakan, survei itu nomor sekian. Yang paling utama adalah kader, apabila dia kader akan diusung. Itu adalah prinsip yang bagus dari didikan politik PDIP," ujar Rocky di akun YouTube miliknya.

Menurut Rocky, Ketua Umum PDI Perjuangan tidak akan terpengaruh dengan dorongan atau tekanan yang diberikan oleh lembaga survei.

"Bu Megawati gak mungkin terpengaruh oleh survei, kita mengerti kalo Ganjar udah 42,8% ngapain nunda pemilu, ya pilih aja sekarang udah pasti terpilih. Ini juga bohong kalo dilihat dari data-data itu, data-data itu hanya untuk menekan ibu Megawati. Itu semua keputusan partai, keputusan internal partai," jelasnya.

Keputusan akhir soal siapa yang akan diusung PDIP memang menjadi hal yang dinantikan. Sebagai partai pemenang pemilu, keputusan Megawati untuk parpolnya tersebut pasti akan berpengaruh besar pada peta politik Tanah Air.

Baca Juga: Timnas Indonesia Pesta Gol ke Gawang Brunei, Ketum PSSI: Semangat Ini Harus Dipertahankan Saat Lawan Thailand

Bahkan Rocky pun menyebut, jika pencapaian survei mencapai 42,8 persen tersebut ialah sebuah bentuk kebohongan dan pengelembungan.

Menurut ia, jika memang Ganjar mencapai hasil yang cukup besar demikian, maka Pemilihan Presiden (Pilpres) sebaiknya tidak dilaksanakan mengingat, sosok pemenang sudah diketahui dari saat ini.

"Itu bohong, Ganjar bisa capai 42,8 persen," kata Rocky.

Load More