/
Rabu, 28 Desember 2022 | 09:46 WIB
Hary Tanoesoedibjo (Suara.com)

Suara Sumatera - Isu reshuffle makin kencang tersiar karena adanya sinyal dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Publik pun kemudian banyak menghubungkan isu tersebut dengan adanya gerak 'cepat' dari Partai NasDem yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

'Aksi' cepat politik Anies Baswedan ini pun dinilai sebagai puncak gunung es dari adanya kisruh Jokowi dan Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem, Surya Paloh yang sudah lama terjadi. Kisruh kedua tokoh yang pernah sangat dekat tersebut dikabarkan retak akibat adanya pergantian jabatan jaksa agung yang merupakan kader Surya Paloh.

Kekinian, buntut dari isu Safari Anies Baswedan pun juga berimbas pada posisi  para menteri yang selama ini berada di kabinet. Ada tiga menteri yang kekinian menjabat sebagai menteri dan merupakan kader Partai NasDem.

Mereka di antaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Menteri Komunikas dan Informatika Johnny G Plate dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Disebutkan juga, beberapa posisi menteri tersebut akan diisi oleh kader dari Perindo. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo yang juga dikenal sebagai pengusaha media.

Hal ini pun menjadi pembicaraan pengamat politik Rocky Gerung. Menurut Rocky, Jokowi membutuhkan media Hary Tanoesoedibjo (HT).

"Saya kira itu, Hary Tanoe punya kapasitas modal media itu," ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (27/12/2022).

Rocky Gerung (sumber: YouTube)

Kata Rocky, Jokowi butuh alat seperti halnya media guna membentuk opini publik. Kebutuhan tersebut terpenuhi oleh korporasi media milik HT.

"Jadi kira-kira dalam pikiran Pak Jokowi, dia butuh peralatan. Dan, Hary Tanoe kuasai itu," pungkasnya.

Baca Juga: Hukum Masuk Gereja Menurut Islam, Boleh atau Tidak?

Load More