Suara.com - Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir di tengah jemaah Maiyah atas undangan Cak Nun untuk mengikuti acara rutin Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Ponpes Segoro Agung, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (26/12/2022).
Dalam acara ini, Prabowo turut membahas tentang permasalahan stunting yang turut dikampanyekan dalam acara tersebut bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
"Stunting ini adalah karena rakyat kita banyak yang kurang gizi. Kurang gizi karena..." kata Prabowo di depan Cak Nun dan jemaah Maiyah.
"Pemerintah" beberapa jemaah menyeletuk kalimat Prabowo tersebut. Sementara yang lainnya tertawa mendengarnya.
Prabowo diam sejenak lalu melanjutkan sambutannya soal stunting. Ia memaparkan upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengatasi persoala stunting di Indonesia.
"Karena memang, benar, benar, karena pemerintah," kata Prabowo mengakui.
"Dan pemerintah yang dipimpin Pak Jokowi sudah dan sedang bekerja sangat keras untuk mengurangi stunting ini. Sedang bekerja sangat keras," kata Prabowo lantang.
Prabowo pun memuji kinerja Jokowi di hadapan Cak Nun dan para jemaahnya..
"Memang sulit, tapi pemerintah yang beliau pimpin mulai kerja keras untuk ini. Beliau sekarang berusaha memperbaiki ekonomi kita, dan ini tidak ringan," jelas Prabowo.
Prabowo pun menegaskan ia masih ingin bekerja untuk rakyat. Meski tidak secara gamblang menjelaskan maskud kalimat tersebut apakah untuk kontestasinya di Pilpres 2024 atau tidak, tapi Prabowo beberapa kali mengulanginya.
"Saudara sekalian, seluruh dunia mengalami kesulitan. Indonesia termasuk yang harus bersyukur. Walaupun kami mengerti, saya mengerti. Saudara-saudara masih mengalami kesulitan yang sangat besar, dan karena itulah saya masih mau berjuang untuk rakyat. Saya masih mau bekerja untuk rakyat," teriak Prabowo.
Berita Terkait
-
Al Nahyan Kena 'Body Shaming' Gegara Main Jungkat-jungkit Bareng Sedah Mirah: Berat Banget, Kakaknya Sampai di Atas Terus
-
Natalius Pigai Mengecam Presiden Jokowi yang Mengunjungi Gereja saat Misa: Ini Rumah Allah yang Kudus!
-
'Terlalu Lembek' Cak Nun Ledek Nyanyian Prabowo di Depan Jemaah Maiyah
-
Bicara Tarif Baru KRL, Warga Miskin dan Kaya akan Dipisah, Begini Penjelasan Anak Buah Jokowi
-
Perih Jenderal! Prabowo Gelagapan Diskakmat Cak Nun Soal Pilpres Dimanipulasi, Malah Berakhir Ngajak Nyanyi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya