/
Rabu, 28 Desember 2022 | 18:45 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp)

Suara Sumatera - Sejumlah nama tokoh memang tengah digadang-gadang akan mendampingi Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. 

Apalagi Partai NasDem sebagai partai yang mengusung Anies Baswedan memang diharuskan berkoalisi dengan partai lainnya, guna mencukupi syarat pencalonan Presidential Threshold. Koalisi Perubahan Indonesia yang bakal menggandeng PKS dan Partai Demokrat tentu memiliki calon pendamping bagi Anies Baswedan.

Meski Partai NasDem meng-ikhlaskan pemilihan calon wakil diserahkan kepada Anies Baswedan. Dari Partai Demokrat dan PKS tentu diprediksi akan memajukan masing-masing calon terbaik mereka. Di Partai Demokrat, ada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, sedangkan di PKS juga mengusulkan kader terbaik mereka, mantan Gubernur Jawa Barat, Aher.

Sementara di luar kedua nama tersebut sejumlah nama juga digadang-gadang menjadi potensi bagi kemenangan Anies Baswedan. Beberapa nama yang disebut, yakni Cak Imin atau Muhaimin Iskandar yang merupakan Ketua PKB.

Selain Cak Imin, nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indra Parawansa juga disebut-sebut sangat potensial bagi Anies guna meraup suara di Pulau Jawa. Selain kedua nama tersebut, ada juga yang menyebutkan Anies Baswedan akan berpasangan dengan mantan Panglima, Andika Perkasa.

Usai menyelesaikan masa tugasnya sebagai Panglima, nama Andika memang makin sering disebut akan dicalonkan sebagai Capres maupun cawapres pada Pilpess 2024 mendatang. 

Lembaga Kajian Politik Nusakom, Pratama Ari Junaedi juga memprediksi koalisi Perubahan NasDem Cs berpotensi bubar karena perkara Cawapres Anies, termasuk wacana teranyar memasangkan Andika sebagai cawapres Anies akan membuat PKS dan Demokrat tersinggung.

“Artinya jika tidak ada kesepahaman soal Cawapres, terutama Demokrat, maka Koalisi Perubahan bakal tinggal sejarah,” kata Ari Junaidi kepada wartawan, kemarin.

Partai Nasdem sudah mengunci kesepakatan koalisi mengenai nama Cawapres diserahkan pada Anies.

Baca Juga: Alami Pecah Pembuluh Darah di Kepala, Indy Barends Sangat Berharap Indra Bekti Tidak Idap Stroke

“Kalau Demokrat tidak bergabung, maka Anies akan gagal sebagai capres menimbang kurangnya suara untuk memenuhi Presidential Threshold,” ungkapnya.

Sejumlah pihak mempre­diksi bahwa Anies Baswedan akan gagal maju sebagai capres resmi di pilpres 2024.

Mengingat Koalisi Perubahan Indonesia yang digagas Partai NasDem bersama PKS dan Partai Demokrat sampai saat ini belum melakukan deklarasi. Relawan Anies Baswedan dari Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) merasa, belakangan ini banyak pihak cemas dengan pencapresan Anies. 

“Saya ingin mengingatkan, ojo kesusu takut dan khawatir dengan Anies. Sampai-sampai dipersepsikan bakal gagal nya­pres,” kata Ketua Umum GPMI, Syarief Hidayatullah.

Loyalis Anies sejak Pilkada DKI ini menilai, pernyataan dugaan akan ada capres gagal, adalah reaksi spontan dari situasi politik yang tidak menguntung­kan jagoan mereka. 

“Padahal proses politik masih berjalan, ini baru perkenalan., antusiasme ma­syarakat menyambut Anies luar biasa. Jadi, saran saya, santai saja. Biarkan proses berjalan alami. Rakyat sudah pintar. Biar mereka yang akan menentukan gagal tida­knya Anies nyapres. Jangan belum apa-apa sudah dipagari di depan,” saran Syarief.

Load More