/
Rabu, 04 Januari 2023 | 18:37 WIB
Megawati Soekarnoputri (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara Sumatera - PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai di Indonesia yang kekinian bisa mencalonkan pasangan Capres dan wakilnya maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Meski kemudian pasangan ini sendiri menjadi hak sepenuhnya dari ketua umum partai tersebut.

Kekuasaan sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri inilah yang membuat banyak pihak apakah sosoknya akan kembali maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Dinilai punya peranan king maker, namun Megawati tersenyata sudah tidak minat lagi mencalonkan diri menjadi Presiden termasuk pada Pilpres 2024 mendatang.

Hal ini disampaikan politisi senior PDIP, Panda Nababan. Dia memastikan jika Megawati Soekarnoputri sudah tidak ingin punya niat menjadi presiden lagi.

PDI Perjuangan pun sudah dua kali memenangi pemilu, tepatnya di tahun 2014 dan di tahun 2018. Tak hanya itu, PDIP juga sukses mempertahankan kadernya, yakni Jokowi sebagai presiden selama dua periode berturut-turut. 

Mantan wartawan tersebut mengatakan jika kecil kemungkinan Megawati Soekarnoputri untuk maju di ajang Pilpres 2024. 

"Emang Bu Mega punya peluang lagi pung buat jadi presiden?" kata host channel YouTube total politik Arie Putra.

"Ngga ada," tegas Panda Nababan.

Arie pun kemudian menanyakan alasan tidak ingin maju menjadi Presiden tersebut. Panda menyebutkan jika Megawati mengaku sudah tua dan menjadi seorang nenek-nenek.

Baca Juga: Jawaban Ria Ricis usai Disebut Abaikan Nyawa Anak Main Jet Ski Demi Konten, Ngeles?

Panda Nababan (YouTube) (sumber:)

Selain itu, jika sudah nenek maka akan malu juga jika ternyata suara yang terkumpul tidak menghantarkannya menjadi Presiden.

"Dia bilang sama aku, aku udah tua, aku udah nenek-nenek kata dia. Dan kalau kalah aku malu," terang Panda menirukan obrolannya bersama Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya banyak yang berspekulasi menyebutkan jika Megawati ingin kembali menjadi Presiden sebagai bentuk 'mengalah" pada Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019.

Load More