Suara Sumatera - Pengamat Politik, Arifki Chaniago mengatakan peluang PDI Perjuangan di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini bukan karena partai tersebut tak punya daya tawar yang tinggi di Sumbar, melainkan peluangnya berasal dari para calegnya.
Diketahui, makin dekatnya Pemilu 2024 membuat semakin banyak nama yang akan maju mewakili PDI Perjuangan di Sumbar I muncul.
Beberapa nama bakal caleg muncul dar PDIP, seperti Fakhrizal, Albert Indra Lukman, Yudas dan masih banyak lagi.
"Apalagi nama-nama seperti Fakhrizal yang notabenenya sebagai mantan calon gubernur, Yudas sebagai mantan bupati mentawai ataupun Albert Indra Lukman dan lain sebagainya, artinya menurut saya semuanya punya peluang, setidaknya 1 kursi untuk PDIP," ujar Arifki dikutip dari Covesia.com--jaringan Suara.com, Sabtu (7/1/2023).
Menurutnta, figur-figur ini kalau dilihat pasti banyak peluang, apalagi PDIP di Dharmasraya juga punya basis.
"Peluang PDIP juga besar untuk dapil Sumbar 1," jelas Arifki.
Ia mengungkapkan seperti pada tahun 2019 kalau dilihat, jumlah suara hanya berbeda sedikit di Mentawai, apalagi saat ini Yudas dari Mentawai, dan daya tawar dari Sutan Riska di Dharmasraya juga akan besar.
"Jadi hitung-hitungannya PDIP pasti bakal dapat kursi, tidak mungkin para kader ini untuk tidak berjuang keras dalam memperjuangkan kursi bagi mereka," ujar dia.
Lebih lanjut, Arifki menjelaskan bahwa persaingan sebenarnya bukan hanya bersaing dari masing-masing figur, namun juga akan ada persaingan internal.
Baca Juga: Sinopsis Film Hero yang Dibintangi Kim Go Eun, Tayang Januari di Bioskop
"Misalnya banyak nama-nama beken yang maju saat ini, dan ini akan menjadikan Dapil Sumbar I ini akan menjadi dapil neraka," ulasnya.
Dia menyebut kalau dilihat dari kecenderungan masyarakat sumbar yang melihat satu tokoh seperti pada 2004 dan 2009 SBY dengan Demokratnya serta 2014 dan 2019 Prabowo dengan Gerindra-nya.
Arifki mengatakan tidak akan berpengaruh kepada PDIP, namun itu akan berpengaruh kepada Gerindra, karena saat ini Kasdam muncul dengan nama Anies yang saat ini hangat dibicarakan masyarakat Sumbar.
"Gaya berpolitik orang Sumbar ini, akan bermuara ke beberapa orang di Sumatera Barat akan maju dengan mendompleng nama Anies, sehingga peluang baginya akan menjadi besar," katanya.
Jadi karena itu, PDIP harus memaksimalkan basis pemilih mereka, seperti di Mentawai dan Dharmasraya sekitarnya.
"Dengan posisi kepala daerah yang dipegang Sutan Riska di Dharmasraya dan Yudas yang punya nama di Mentawai seharusnya semuanya bisa dimaksimalkan dan jangan dikasihkan ke yang lain," katanya.
Artinya, lanjut Arifki, yang terpenting bahwa masing-masing partai punya basis tersendiri dan saat ini bukan cuma partai tapi setiap figur caleg juga akan membuat keuntungan tersendiri.
"Seperti Albert ini, harusnya dia bisa dimaksimalkan suara bagi pemilihnya begitupun dengan yang lainnya, intinya persaingan di dalam partai PDIP itu sah-sah saja namun harus memaksimalkan suara PDIP di pemilihan," imbuhnya.
Karena persaingan dari PDIP dengan Koalisi perubahan seperti Demokrat, Nasdem dan PKS sangat susah, karena Koalisi Perubahan tersebut telah mendapatkan hati orang Sumbar, namun PDIP baru mendapatkan pikiran orang Sumbar.
"Misalnya banyak masyarakat yang merasa bahwa beberapa kepala daerah yang berasal dari PDIP memberikan keuntungan bagi mereka ataupun Fakhrizal yang punya basis besar di Padang, tapi itukan pemikiran, nah perasaan orang sumbar sekarang ini berada di partai koalisi Perubahan tersebut," terang dia.
"Jadi PDIP harus benar-benar bisa memaksimalkan basis-basis pendukungnya dan juga memaksimalkan potensi dari caleg mereka," sambung Arifki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Nasib Pratama Arhan di Timnas Indonesia Terjawab, John Herdman Siapkan Kejutan di FIFA Series 2026
-
Xi Jinping dan Donald Trump Segera Bertemu, Ada Potensi Bisnis dan Skenario 'Perang'
-
Demi Timnas Indonesia Naik Kelas, John Herdman Sampai Pantau Pertandingan Tim Championship
-
6 Shio Paling Hoki pada 15 Februari 2026, Siapa yang Beruntung Hari Ini?
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Payung Merah Patah Tangkai
-
5 Destinasi Wisata Religi Buddha di Kepulauan Riau, Sarat Sejarah dan Spiritualitas
-
Konser di NICE PIK 2, Westlife Sebut Indonesia jadi Rumah Kedua
-
Insanul Fahmi Tuduh Ada Dalang, Konflik dengan Inara Rusli dan Mawa Diklaim Cuma Settingan
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU