/
Selasa, 10 Januari 2023 | 13:07 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (YouTube)

Suara Sumatera - Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sempat kaget atas julukan yang disematkan kepadanya.

Pada kesempatan HUT PDIP ke 50 tahun (10/1/2023), Megawati mengungkapkan bagaimana ia mendapatkan julukan ratu preman. Julukan Ratu Preman ini diakuinya sebagai julukan yang hebat bagi dirinya.

Megawati mengawali dengan cerita ia yang akan berangkat kerja. Saat akan ke kantor PDIP, ia mengungkapkan ada pengawalnya yang mengatur keberangkatan tersebut.

"Saya mau ke kantor, saya ada pengawalnya. Lalu pengawal pakai apa itu namanya, yang ada 86," ujar Megawati yang lupa apa nama alat bernama HT.

"Ayo bangun, pakai 86, apa itu namanya. Kalian sudah pada bangun belum, sudah siap?, 86" ujar Megawati melengkapi ceritanya.

Kemudian ada polisi yang kemudian menggunakan alat tersebut berkordinasi satu dengan lainnya. Megawati yang saat itu mendengar obrolan antara polisi tersebut menyebut semut-semut merah

Anak Presiden Soekarno tersebut menanyakan siapa yang disebut sebagai semut-semut merah oleh polisi tersebut,"Semut-semut merah sudah berdatangan, saya tanya apa itu semut-semut merah," ujar Megawati.

Megawati akhirnya baru mengetahui jika panggilan semut-semut merah tersebut disematkan kepada kader-kader PDIP. 

Selain semut-semut merah, polisi itu pun menanyakan di mana keberadaan ratu preman. Mendengar sebutan ratu preman, Megawati kembali mempertanyakan siapa yang merupakan Ratu preman.

Baca Juga: 5 Drama Populer Choi Won Young, Aktor Korea yang Hari Ini Ulang Tahun ke-47 Tahun

"Ratu Premannya ada di mana ya? ratu Preman tuh siapa. Oh panggilan saya, Ratu Preman," kata Megawati.

Mendapatkan sebutan tersebut, ia pun merasa kaget bercampur bangga."Emang keran, anggotaku, Ratu Preman. Jika kalo sudah dengar Ratu Semut berarti saya," sambung Megawati.

Ketua Dewan Pembina Ideologi Pancasila ini sempat menyentil mengenai perjuangan di PDIP sampai menyinggung jika kader-kader saat ini, sudah sangat enak.

"Bayangin. Dulu kita tempur, kalian sekarang enak duduk di sini," sambung dia.

"Sekarang yang ngumpul, niat gua masuk PDIP yang gede, supaya bisa jadi stuktur, legislatif, eksekutif, terus makro-makro cari duit. Jangan dipikir ibu tidak tahu lho. Korupsi berjemaah, bukan berarti ibu gak tau lho," ujar Megawati menjelaskan agar kader bertekad buruk saat masuk PDIP yang sudah diperjuangkannya.

"Dulu kita dikejar-kejar polisi, itu dulu. Sekarang, kita sudah bersahabat dengan polisi," sambung Megawati.

Load More