/
Kamis, 12 Januari 2023 | 11:36 WIB
Buronan KPK Harun Masiku (Istimewa)

Suara Sumatera - Kabar PDIP menyembunyikan salah seorang kadernya, Harun Masiku, yang merupakan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beredar di media sosial.

Dalam informasi yang beredar, KPK berhasil melacak keberadaan Harun Masiku yang menjadi tersangka kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024 itu.

Kabar PDIP menyembunyikan Harun Masiku disebarkan video yang diunggah kanal YouTube RADAR POLITIK pada Selasa (10/1/2023).

"Akhirnya KPK Temukan Sarangnya! Ternyata Di Negara Ini PDIP Sembunyikan Harun Masiku" begitu bunyi narasi yang beredar.

Dalam thumbnail video yang dibagikan, terlihat foto Harun Masiku serta beberapa anggota KPK.

Tangkapan layar unggahan dengan klaim PDIP sembunyikan Harun Masiku (sumber: YouTube/RADAR POLITIK)

Benarkah kabar tersebut?

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Suara.com, klaim PDI Perjuangan menyembunyikan Harun Masiku adalah tidak benar.

Faktanya, dalam video berdurasi 9 menit 33 detik ini hanya berisi beberapa potong tayangan YouTube yang mengulas soal Harun Masiku, salah satunya milik Refly Harun.

Selain itu, narator dalam video ini hanya membacakan artikel berjudul Di Negara Mana Harun Masiku Bersembunyi? yang diunggah oleh media detiknews.

Baca Juga: PDIP Gagal, Ganjar Pranowo Dinilai Tak Cerminkan Partai Orang Cilik

Dalam artikel tersebut disebutkan jika KPK hingga kini masih melakukan koordinasi dengan agensi di luar negeri untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Terlepas dari isi video itu, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai kabar PDI Perjuangan menyembunyikan Harun Masiku.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar PDI Perjuangan menyembunyikan buronan KPK Harun Masiku di luar negeri adalah keliru.

Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Tag

Load More