Suara Sumatera - Ketua Umum Front Persaudaraan Islam Habib Muhammad Al Attas bersikap atas aksi membakar Alquran yang dilakukan politisi anti-imigran bernama Rasmus Paludan di dekat Kedutaan Besar Turki di kota Stockholm.
Paludan merupakan pemimpin partai Stram Kurs (Garis Keras) sayap kanan Denmark.
Dan berikut sikap dari menantu Habib Rizieq Shihab tersebut:
Sehubungan dengan terjadinya perbuatan BIADAB yang dilakukan oleh pemimpin partai sayap kanan denmark stram kurs benama rasmus paludan, yang telah dengan KEJI melakukan pembakaran Kitab Suci Al Qur'an di stockholm swedia pada Sabtu 21 Januari 2023, maka kami Dewan Pimpinan Pusat Front
Persaudaraan Islam menyatakan:
1. MENGUTUK dan MENGECAM KERAS tindakan BIADAB dan KEJI tersebut;
2. MENGECAM dan MENGUTUK Pemerintah swedia yang telah secara nyata melindungi dan memfasilitasi aksi pembakaran Kitab Suci Al Qur'an lewat kepolisian swedia yang menjaga aksi pembakaran Al Qur'an;
3. Karena ini sudah berulang kali terjadi di Eropa, maka kami juga MENGECAM KERAS sikap negara- negara barat dan Eropa termasuk yang selama ini bersikap standar ganda, yakni selalu melindungi gerakan Islamophobia atas nama kebebasan berekspresi akan tetapi bersikap represif dan secara tidak adil membatasi ruang gerak dan ekspresi umat Islam seperti pelarangan cadar dan lain sebagainya dengan dalih kesamaan / equality dan HAM serta kebijakan publik namun sesungguhya merekalah pelanggar HAM yang sebenarnya dan juga jelas menegaskan kebijakan publik mereka yang diskriminatif dan penuh kebencian terhadap Islam;
4. Menuntut Pemerintah Indonesia yang selalu membanggakan diri sebagai Negara Muslim Mayoritas dan Negara Pancasila yang Sila pertamanya "Ketuhanan Yang Maha Esa", melakukan tindakan politik nyata terhadap aksi BlADAB dan KEJI Pembakaran Kitab Suci Al Qur'an yang terjadi di swedia dengan memanggil Duta Besar Negara swedia & denmark serta meminta penjelasan dan harus memulangkan mereka dari bumi Indonesia serta memutus hubungan diplomatik dengan swedia dan denmark;
5. Menuntut negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam untuk mengambil tindakan politik tegas dan nyata dalam memprotes aksi Pembakaran AI Qur'an di Swedia oleh makhluk dari Denmark tersebut antara lain dengan memutus hubungan diplomatik dengan Swedia dan Denmark serta juga menegaskan dengan kompak bahwa ini merupakan tindakan PROVOKATIF NYATA DAN Mengobarkan PERANG dengan ISLAM;
6. Menyerukan kepada Umat Islam agar bereaksi keras dan tegas serta bersatu melalui pemerintah yang sah serta melalui kanal-kanal resmi untuk mengambil tindakan nyata memprotes dan mengutuk tindakan BIADAB, intoleran dan memancing permusuhan nyata serta mengobarkan peperangan yang dilakukan terhadap Al Quran tersebut dan menjadikan momentum ini sebagai momentum persatuan umat Islam di seluruh dunia.
Demikian Pernyataan Sikap ini dibuat, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghancurkan musuh musuh Nya dan Agama Nya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Rasmus Paludan dan Pembakaran Al-Quran di Wilayah Eropa
-
Buntut Panjang Aksi Pembakaran Al-Quran, Erdogan Ogah Dukung Swedia Gabung NATO
-
Sebut Kebasan Berekspresi, PM Swedia Kutuk Aksi Pembakaran Al-Quran: Sangat Tidak Sopan
-
Indonesia Kutuk Keras Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia: Melukai dan Menodai Toleransi Umat Beragama
-
Demonstran Swedia Bakar Al-Quran, Begini Hukum Membakar Al-Quran Menurut Islam
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring