/
Rabu, 01 Februari 2023 | 19:58 WIB
Ilustrasi Presiden RI Jokowi bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Surya Paloh tak hadiri pernikahan Kaesang. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara Sumatera - Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh akhirnya membeberkan hasil pertemuannya setelah sebelumnya dipanggil mendadak oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara. 

Diketahui sebelumnya, pertemuan keduanya sempat menuai tanda tanya soal isi pembahasan.

Terlebih, saat ini kian santer diisukan jika Jokowi bakal melakukan reshuffle kabinet dari jatah kursi menteri Partai Nasdem.

Surya Paloh menyebut pertemuan dirinya dengan Jokowi di Istana Negara pada Senin (30/1/2023) itu berlangsung selama 1 jam 30 menit.

"Dalam suasana menjelang pemilu multitafsir memang sering terjadi di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja," kata Surya Paloh saat bertandang ke Kantor DPP Golkar, Rabu (1/2/2023).

Surya Paloh menyebut saat bertemu dengan tidak ada keresahan berlebihan yang ditunjukkan Presiden Jokowi. Bahkan dirinya mengaku disambut dengan baik oleh Jokowi.

"Saya tak melihat ada suasana keresahan, suasana penerimaan baik dalam apa saja yang saya pahami dalam komunikasi yang biasanya terjadi," ungkapnya.

Terkait isu reshuffle kabinet yang belakangan berhembus, Surya Paloh menjelaskan hal itu merupakan hak prerogatif dari Presiden Jokowi.

Dia menegaskan, selama ini dukungan Nasdem ke Jokowi dalam dua periode diberikan dengan ikhlas, tanpa adanya kepentingan sesaat.

Baca Juga: Terungkap di Sidang, Teddy Minahasa Sempat Protes Anita Cepu Hanya Bayar Rp300 Juta Hasil Jual Sabu

"Lain halnya kalau memang ada kebijakan beliau, itu tidak ada masalah bagi saya, apapun kebijakan yang terbaik. Masalah reshuffle sederhana, saya ulangi sepenuhnya hak prerogatif presiden. Kalau ada yang bilang reshuffle-lah inilah, harus dipahami ini proses kematangan dalam politik," pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More