Suara Sumatera - Perkara utang piutang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno terus menjadi perhatian publik. Belum lama ini, rincian utang tersebut pun kemudian viral di media sosial. Perjanjian terdiri dari 7 poin rincian utang.
Di Surat utang tersebut diketahui jika uang dipinjam Anies Baswedan bukan Rp50 miliar melainkan R92 miliar. Berikut rincian lengkap utang Anies Baswedan Rp50 miliar yang menempatkan Sandiaga Uno sebagai penjamin utang tersebut.
Salah satu akun yang membagikan ialah akun Twitter @BosPurwa. Dia menuliskan narasi yang seolah menerangkan agar netizen bisa clear dengan poin utang yang terus dibahas publik usai Anies Baswedan mendapatkan langkah pasti menjadi calon presiden (Capres) 2024.
"Clear ya..." tulis narasi di surat tersebut.
Tercatat ada tujuh poin pernyataan Anies soal utangnya ke Sandiaga dalam surat yang diduga ditulis dan diteken pada 9 Maret 2017.
1. Surat pengakuan pertama yang dibuat pada 2 Januari 2017. Anies meminjam dana sebesar Rp 20 miliar, yang kemudian ia kembali utang Rp 30 miliar di 2 Februari 2017.
"Surat pernyataan ini adalah tambahan dari surat pernyataan pengakuan hutang pertama yang dibuat tertanggal 2 Januari 2017 dengan Dana Pinjaman sebesar Rp 20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) (Pengakuan Hutang I) dan surat pernyataan pengakuan hutang kedua tertanggal 2 Februari 2017 dengan Dana Pinjaman sebesar Rp 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah) (Pengakuan Hutang II)."
2. Anies meminjam dana Rp 42 miliar ke Sandiaga tanpa adanya jaminan serta bunga.
Nominal ini dikatakannya sebagai kewajiban kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 dan diserahkan langsung oleh Sandiaga ke tim kampanye.
"Saya mengakui meminjam uang kembali sebesar Rp 42.000.000.000,00 (empat puluh dua miliar rupiah) dari Bapak Sandiaga S. Uno tanpa jaminan dan tanpa bunga (Dana Pinjaman III) pada tanggal sebagaimana disebut di bawah ini untuk keperluan pemenuhan kewajiban 70 persen dari total biaya pada Kampanye Putaran II Pilkada DKI 2017 (total biaya 60 miliar rupiah) di mana Dana Pinjaman III tersebut akan diserahkan oleh Bapak Sandiaga S. Uno langsung kepada Tim Kampanye."
3. Anies mengaku jika utang tiga kali ke Sandiaga ini mencapai Rp 92 miliar.
4. Poin keempat tertulis bahwa dana pinjaman III berasal dari pihak ketiga, di mana Sandiaga menjamin pembayaran kembali kepada pihak tersebut.
"Dengan demikian saya mengakui total jumlah Dana Pinjaman I, Dana Pinjaman II dan Dana Pinjaman Ill adalah sebesar Rp92.000.000.000,00 (sembilan puluh dua miliar rupiah)."
"Saya mengetahui bahwa Dana Pinjaman Ill tersebut berasal dari pihak ketiga dan Bapak Sandiaga S. Uno menjamin secara pribadi pembayaran kembali Dana Pinjaman III tersebut kepada pihak ketiga."
5. Disebut kalau Sandiaga telah mengetahui seluruh peminjaman bukan untuk kepentingan pribadi.
Berita Terkait
-
Timeline Hubungan Anies dan Sandiaga Uno, Cetak Kisah di Pilkada DKI, Kini Diributkan Urusan Utang
-
Andai Anies Gagal Di Pilkada DKI, Utang Rp 92 Miliar Menanti
-
Mardiono: Sandiaga Uno Sudah Dapat Izin Prabowo Bergabung Bersama PPP
-
Anies Baswedan Ditawari Cawapres Gerindra: Terima Kasih, Ini Suatu Kehormatan
-
Bukan Uang Sandiaga Uno, Utang Rp50 Miliar Anies Baswedan Pada Pilkada Jakarta Duit Jusuf Kalla?
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Nelangsa Korban Usai Tahu Doni Salmanan Bebas: Ekonomi Kita Hancur, Dia Masih Kaya
-
Viral! Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia