/
Minggu, 19 Februari 2023 | 08:11 WIB
Ferdy Sambo. ([Suara.com])

Suara Sumatera - Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Jakarta Selatan pada Senin (13/2/2023) lalu.

Vonis mati Ferdy Sambo tersebut memicu komentar beragam dari publik, termasuk informasi-informasi terkait hukuman yang diterima mantan Kadiv Propam Polri itu.

Salah satunya, kabar yang menyebut Ferdy Sambo minta ampun ke Istana agar tak dieksekusi mati. Informasi itu beredar dalam bentuk video di media sosial TikTok.

Pada gambar yang ditampilkan nampak seorang bersujud di hadapan pria berpeci yang mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun narasinya sebagai berikut:

” Divonis mati kejagung sambo datangi istana dan mohon ampun agar tak dieksekusi mati” begitulah narasi yang disampaikan dikutip pada Minggu (19/2/2023).

Lantas benarkah klaim yang menyebut Ferdy Sambo minta ampun ke Istana agar tak dieksekusi mati?

PENJELASAN
Setelah ditelusuri Turnbackhoax.id--jaringan Suara.com, klaim yang menyatakan Ferdy Sambo sujud di istana meminta ampun agar tidak dieksekusi mati merupakan kabar tak benar. 

Faktanya, foto yang ditampilkan dalam video merupakan momen lebaran 2019 di Istana. Dilansir dari detik.com, pada lebaran 2019 istana mengadakan halalbihalal yang memperbolehkan warga mendatangi istana. 

Baca Juga: CEK FAKTA: Putri Ferdy Sambo Akhiri Hidup dengan Gantung Diri Gegara Depresi Ayah Divonis Mati, Benarkah?

Dalam momen tersebut, salah seorang warga sujud di hadapan Jokowi saat momen tersebut. Foto itu diabadikan oleh jurnalis Antara, Puspa Perwitasari.

Selain itu, konten dalam video tidak sesuai dengan klaim pada judul. Narasi video menjelaskan tentang permintaan maaf Ferdy Sambo kepada keluarga Brigadir J. Narasi itu dikutip dari dua sumber yaitu kompas.tv dan tribunnews.com yang dinarasikan ulang.

KESIMPULAN
Dengan demikian, klaim Ferdy Sambo mendatangi istana bersujud memohon agar tidak dieksekusi mati adalah salah. Unggahan tersebut termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Load More