/
Rabu, 01 Maret 2023 | 07:50 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Suara.com/Bagaskara)

Suara Sumatera - Sosok Prabowo Subianto disebut-sebut makin ditinggalkan pendukungnya. Bukan karena ia kekinian merapat ke Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Walau belum lama ini, dukungan kubu Jokowi pun mendukung balik Prabowo Subianto. Paling tidak beberapa relawan militan seperti Jokowi Mania serta sosok yang kerap disebut buzzer elite pembela Jokowi, Permadi Arya alias Abu Janda sudah terang akan mendukung Prabowo.

Advokat yang juga aktivis Ahmad Khozinudin menyoroti arahan dukungan ke Prabowo Subianto tersebut.

Khozinudin menilai di balik dukungan kubu Jokowi, Prabowo banyak ditinggal pendukungnya di 2014 dan 2019 karena memilih meninggalkan mereka.

Para pendukung di 2014 dan 2019 disebut sakit hati dan kecewa pada Prabowo Subianto. Banyak yang merasa kecewa, bahkan tidak akan lagi mendukung sosok Menhan ini.

“Saya sendiri di beberapa diskusi, banyak pengakuan tokoh dan kalangan yang merasa kecewa, sakit hati, dan bahkan marah, tentu saja tidak mau lagi memberikan dukungan kepada Prabowo subianto. Apalagi mau ikut mengampanyekan Prabowo sebagai Capres lagi. Sudah banyak yang kapok dukung Prabowo,” ungkapnya melalui kanal Youtube miliknya melansir wartaekonomi.com.

Kecewanya mereka menurut Khozinudin bukan soal kekalahan Prabowo kedua kalinya di Pilpres. Para pendukung kecewa dan marah karena Prabowo memilih merapat ke Jokowi dibandingkan bertahan bersama mereka.

Terlebih, dalam beberapa momen krusial, Prabowo dinilai tak memedulikan para pendukung dan relawannya dengan tidak hadir dalam sejumlah aksi yang mereka lakukan. “Yang bikin kapok itu bukan kekalahan tapi sikap Prabowo setelah kalah. Bagi pendukung dan relawan sudah insaf bahwa dalam pilpres ada dua kemungkinan yakni menang kalah, kalah biasa saja,” jelasnya.

Hal tersebut yang menurut Khozinudin jadi penyebab kekecewaan berat para pendukung, alih-alih kalah dalam Pilpres.

Baca Juga: 5 Pasangan Suami Istri Artis Korea Ini Pernah Membintangi K-Drama Bersama

“Tapi yang jadi soal adalah tidak hadirnya Prabowo saat relawan berjuang bersama untuk Prabowo bisa keluar dari kecurangan pemilu, justru di situ Prabowo dianggap tidak membersamai di sejumlah aksi di KPU, Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi saat sidang sengketa Pilpres,” jelasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi

Load More