/
Senin, 06 Maret 2023 | 18:08 WIB
Tangkapan layar Presiden Jokowi. (YouTube Sekretariat Presiden)

Suara Sumatera - Presiden Jokowi mengatakan putusan PN Jakarta Pusat yang memerintahkan KPU menunda tahapan Pemilu 2024 mengundang kontroversi. Jokowi pun mendukung KPU naik banding atas putusan tersebut. 

"Memang itu sebuah kontroversi yang menimbulkan pro dan kontra. Tetapi pemerintah mendukung KPU untuk naik banding," kata Jokowi dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden Senin (6/3/2023). 

Jokowi mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk menyelenggarakan Pemilu 2024 sesuai dengan tahapan yang telah berjalan. 

"Ya sudah saya sampaikan bolak-balik, komitmen pemerintah untuk tahapan pemilu ini berjalan dengan baik. Penyiapan anggaran juga sudah disiapkan dengan baik, saya kira tahapan pemilu kita harapkan tetap berjalan," ujar Jokowi.

Diketahui, PN Jakpus mengabulkan gugatan perdata Partai Prima. Dalam putusannya, PN Jakarta Pusat mengabulkan untuk menghukum KPU agar menunda pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Dalam perkara itu, Partai Prima sebagai penggugat adalah partai politik yang dirugikan dalam verifikasi administrasi sebagai perserta Pemilu 2024 oleh tergugat yakni KPU. PN Jakpus dalam putusannya menyatakan KPU telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum. 

PN Jakpus menyatakan KPU sebagai tergugat dihukum untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilihan Umum 2024 sejak putusan ini diucapkan dan melaksanakan tahapan Pemilihan Umum dari awal selama lebih kurang 2 (dua ) tahun 4 (empat) bulan 7 (tujuh) hari.

"Menghukum Tergugat untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilihan Umum 2024 sejak putusan ini diucapkan dan melaksanakan tahapan Pemilihan Umum dari awal selama lebih kurang 2 (dua ) tahun 4 (empat) bulan 7 (tujuh) hari," tulis putusan PN Jakpus itu. 

"Menyatakan putusan perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu secara serta merta (uitvoerbaar bij voorraad)," sambungnya.

Baca Juga: Memesona Semua! 5 Pemain Drama The Good Bad Mother yang Akan Tayang Bulan April

Load More