Suara Sumatera - Pertumbuhan bulu setiap orang memang berbeda-beda. Namun, mereka yang memiliki bulu tebal dianggap memiliki gairah seks yang tinggi.
Pakar seksolog, dokter Boyke Dian Nugraha mengatakan, orang yang memiliki bulu lebat memang cenderung memiliki nafsu seks yang tinggi. Hal ini, lanjutnya, berkaitan dengan hormon testosteron.
"Bulunya banyak tuh kenapa? Karena bulu itu berkaitan dengan hormon testosteron," ungkapnya dikutip dari Suara.com, Sabtu (15/4/2023).
Testosteron sendiri merupakan hormon reproduksi yang dihasilkan oleh testis pada pria dan ovarium pada wanita, serta sejumlah kecil oleh kelenjar adrenal.
Hormon satu ini, kata dr Boyke memang penentu daripada gairah seks seorang pria maupun wanita. Meski pun begitu, hal penentu tingginya nafsu seks dari seseorang bukan cuma dari bulu di tubuhnya saja.
Selain testosteron, gaya hidup yang sehat, seperti makan makanan bergizi, tidak begadang, tidak merokok dan rajin olahraga juga akan membuat meningkatknya gairah seksual seseorang.
"Nggak hanya berkaitan dengan hormon testosteron saja, tapi juga berkaitan sama sehat nggak kamu, makan oke nggak, begadang nggak, merokok nggak, olahraga nggak. Semuanya itu jadi satu.
Jadi kalo kamu cuma ngandelin bulu aja no sense!," pungkasnya.
Penyebab bulu tumbuh lebat di bagian tubuh
Baca Juga: Miss V Bakal Mengerut Jika Jarang Hubungan Intim, Dokter Boyke: Karatan Kayak Besi Tak Dipakai!
Dikutip Hello Sehat, untuk pria dewasa, peningkatan kadar hormon testosteron umumnya tidak terlalu berdampak pada perubahan fisik, termasuk dalam menyebabkan badan berbulu lebat.
Namun lain cerita dengan testosteron tinggi yang memicu pertumbuhan bulu pada wanita. Hal ini bisa menandakan suatu kelainan yang disebut hirsutisme.
Dikutip dari Medscape, kasus hirsutisme memengaruhi 10% wanita di Amerika Serikat, tetapi tidak diketahui secara pasti persentasenya di negara lain.
Gangguan ini memicu pertumbuhan rambut berlebih pada wanita. Ini bisa terjadi pada berbagai bagian tubuh, termasuk bibir atas, dagu, cambang, dada, dan punggung.
Berita Terkait
-
Akui Besarnya Nasfu Seks Cewek Berkumis, Iis Dahlia: Nggak Pakai Celana Dalam Libido Naik!
-
DNA Pria Doyan Selingkuh, Dokter Boyke Sarankan Perempuan Mainkan Fantasi Seks dengan Banyak Peran
-
Fantasi Seks Aneh, Resep Jitu Ashanty dan Anang Hermansyah Tak Bosan Hubungan Intim Belasan Tahun
-
Diketawain Anang Hermansyah Pakai Kostum Seks, Ashanty Lari ke Kamar Mandi Jelang Bersetubuh: Aku Nggak Pede!
-
Cerita Seks Nisya Ahmad, Dipuaskan Suami Pakai Sex Toys: Awalnya Takut, Akhirnya...
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi