/
Selasa, 02 Mei 2023 | 15:12 WIB
Pelaku penembakan di kantor MUI berasal dari Lampung. (tangkapan layar/ist)

Suara Sumatera - Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, ditembaki, pada Selasa (2/5/2023) pagi.

Pelaku penembakan kantor MUI adalah Mustopa, warga Desa Sukajaya, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Mustopa adalah pria yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Di tahun 2016, Mustopa pernah babak belur dihajar petugas Satuan Polisi Pamong Praja. 

Musababnya, Mustopa melempari kaca ruangan Ketua DPRD Lampung menggunakan botol air mineral. Akibat pelemparan itu, kaca ruangan Ketua DPRD Lampung pecah berantakan.

Petugas Satpol PP yang berjaga di Kantor DPRD Lampung segera menangkap Mustopa dan memukulinya hingga babak belur.

Mustopa lalu diamankan ke Kantor Polsek Telukbetung Selatan. Motif Mustopa melempari kaca ruangan Ketua DPRD Lampung karena kesal aspirasinya sebagai wakil Nabi Muhammad SAW tidak ditanggapi. 

Mustopa tidak mempermasalahkan aksi kekerasan terhadap dirinya. Bagi Mustopa itu adalah risiko sebagai wakil Nabi Muhammad SAW yang ingin mempersatukan umat manusia.

Wakil Sekjen MUI, Arif Fahrudin mengatakan, sebelum melakukan aksinya, pelaku pernah dua kali mengirimkan surat ancaman ke kantor MUI.

Pelaku yang belakangan terungkap berasal dari Lampung juga diketahui memiliki niat untuk menemui Ketua MUI. 

Baca Juga: Sederet Sifat Baik dari 16 Tipe MBTI yang Jadi Daya Tarik di Mata Orang Lain

Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus ini. Sejumlah barang bukti diamankan dari pelaku, salah satunya senjata yang diduga digunakan untuk menembak

Mustopa mengaku sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW di muka bumi setelah bertemu Rasulullah SAW dalam mimpi di tahun 1982.

Di mimpi itu, kata Mustopa, Nabi Muhammad SAW mengajarkannya mengaji. Dari situ, Mustopa yakin dirinya adalah pengganti Nabi Muhammad SAW.

Load More