/
Kamis, 04 Mei 2023 | 19:00 WIB
Ilustrasi Twitter. (Pixabay/coffee)

Suara Sumatera - Akun Twitter @mazzini_gsp, pembongkar kasus penganiayaan yang dilakukan anak AKBP Achiruddin undur diri dari media sosial. Langkah itu diambil berdasarkan saran dari psikolog untuk fokus pemulihan diri.

"Berdasarkan saran psikolog dan beberapa kawan-kawan Twitter yang saya mintai pendapat. Gue izin undur diri, log out dulu dari semua medsos supaya lebih fokus saat konseling dan pemulihan diri," cuit akun itu dikutip Kamis (4/5/2023).  

Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada follower karena pesan yang dikirimkan lewat Direct Message (DM) tak bisa dibalas.

"Maaf untuk temen-temen yang malam ini dan seterusnya DM jika pesan kalian baik pertanyaan, permintaan retweet suatu masalah, dan cerita permasalahan kalian gak gue balas. Semoga permasalah kalian cepat selesai, begitupun masalah gue," tulisnya. 

"Maaf juga buat temen-temen lain kalau ada tweet gue membuat kalian kurang berkenan, khususnya buat temen-temen di Twitter yang gak follow lalu merasa terganggu akibat tweet gue lewat di TL kalian, sehat dan lancar rezeki temen-temen semuanya ya. Amiin," sambungnya. 

Sementara itu, admin akun Twitter @PolJokesID menyebut Mazzini memutuskan untuk mundur dari akun medsos karena mendapat ancaman dan fitnah.

"Biar ga simpang siur, ternyata bener doi dapet ancaman, fitnah terlebih lagi kena mental gara-gara banyak anon2 buzzer gatau dari mana nyerang privasi doi," cuitnya. 

Diberitakan, video penganiayaan yang dilakukan oleh Aditya Hasibuan kepada mahasiswa Ken Admiral viral di media sosial. 

Kasus ini menyeret sang ayah, AKBP Achiruddin Hasibuan karena membiarkan peristiwa itu terjadi.  Kekinian AKBP Achiruddin dipecat dari Polri. Dirinya pun ditetapkan menjadi tersangka penganiayaan. 

Baca Juga: Mazda Corporation Jepang Berikan Lampu Hijau untuk Perakitan Lokal di Indonesia

Load More