/
Rabu, 10 Mei 2023 | 10:59 WIB
Prabowo Subianto (cover story tim media fraksi Gerindra) (suara.com)

Suara Sumatera - Dukungan kepada calon presiden atau Capres Prabowo Subianto disebut terus mengalami lonjakan sekaligus berhasil menggerus suara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Survey and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara yang mengungkapkan adanya perubahan terhadap suara buka suara sekaligus elektabilitas tertinggi di Pilpres 2024.

Lembaganya menunjukkan bahwa posisi tersebut tengah ditempati oleh Prabowo Subianto dengan elektabilitas mencapai 33,2 persen.

Hal tersebut terbilang cukup jauh dengan peraihan suara dukungan dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Baik Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan ternyata saling menyalip satu dengan yang lain.

“Disusul Ganjar dengan 17 persen dan Anies dengan 16,6 persen," katanya, Senin (8/5).

Menurut Igor, tren dukungan kepada Prabowo terus meningkat yang mencapai 21,8 persen pada Desember 2022. dan mengalami kenaikan menjadi 33 persen pada Februari 2023.

Anies Baswedan mendapatkan dukungan sebesar 19,7 persen pada Desember 2022. Dukungan kepada capres dari Nasdem itu naik menjadi 20 persen pada Februari 2023.

Dukungan kepada Ganjar mencapai 20,1 persen pada Desember 2022. Setelah itu, capres PDIP tersebut mendapatkan dukungan 20,6 persen pada Februari 2023.

"Tren dukungan kepada Prabowo tetap bertambah, sedangkan Ganjar dan Anies mengalami degradasi dukungan," ucap Igor.

Baca Juga: 6 Langkah Efektif Menjaga Kebersihan dan Kerapian Rumah, Jadi Lebih Teroganisir

SPIN menggelar survei dengan responden sebanyak 1.230 pada 27 April-4 Mei 2023. Para responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah. Mereka tersebar di 34 provinsi.

Survei menggunakan teknik sampel random digit dialing (RDD). Tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lurang lebih 2,8 persen.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More