Suara Sumatera - Calon Presiden atau capres Prabowo Subianto ingin dicap sebagai orang yang loyal pada Joko Widodo atau Jokowi. Prabowo merayu Gibran Rakabuming sebagai Cawapresnya.
Menurut Konten kreator dari Cokro TV Denny Siregar, ia tidak percaya jika capres Gerindra yang loyal pada Presiden Jokowi.
Manuver Prabowo yang menemui putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dinilai punya makna yang kuat. Banyak tudingan bahwa Prabowo tengah merayu Gibran agar mendukungnya sebagai capres.
Denny juga menilai sebenarnya jika bukan cerita lama karena ia mendengar kalau Gibran dirayu agar menjadi cawapres Prabowo.
"Isu Gibran akan dijodohkan dengan Prabowo sudah lama saya dengar. Cuma, saya menahan diri nggak komenar karena saya butuh banyak informasi yang valid. Benar ada usaha untuk memenang Prabowo lewat Gibran jadi cawapresnya," kata Denny di akun Youtube Cokro TV.
"Ini menjadikan Jokowi sebagai presiden dengan tingkat kepuasan tertinggi sepanjang sejarah," jelasnya.
Denny menilai tim Prabowo tahu betul memanfaatkan Gibran jadi 'kuda tunggangan' agar bisa menang Pilpres 2024, lewat mendompleng nama Gibran sebagai anak Jokowi, meningat hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerja Jokowi sangat tinggi mencapai 80 persen.
Denny mengendus jika Prabowo sengaja mem-branding bahwa ia adalah bawahan yang sangat loyal kepada Jokowi.
"Ini agar pendukung Jokowi terpengaruh," jelasnya.
Baca Juga: Polda DIY Ciduk 8 Orang Terkait Jaringan Peredaran Obat Terlarang Jogja-Garut-Jakarta
"Buktinya waktu Pilpres 2019, Prabowo tampak loyal kepada Rizieq Shihab. Dia berjanji akan memulangkan Rizieq dengan pesawat pribadi. Ke mana Rizieq sekarang sesudah Prabowo jadi Menhan? Dibuang begitu saja seperti tisu bekas pakai, disambangi pun tidak," tuturnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Mulai Berani, Ini Rentetan Kritik Anies Baswedan untuk Pemerintahan Jokowi
-
Drama Tiga Babak Kritikan BEM UI Soal Jokowi Milik Parpol Bukan Rakyat
-
Akui Lebih Percaya Jokowi, Desmond Gerindra: Sudah Banyak Megawati Bohongin Pak Prabowo
-
Tak Disanksi DPP PDIP, Gibran: Karena Saya Tidak Salah Kok
-
Usai Dipanggil DPP PDIP, Gibran Kumpulkan Relawannya untuk Dukung Ganjar Pranowo: Dijamin Lebih Ramai!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026