Suara Sumatera - Perkara anggota Brimob Polda Riau, Bripka Andry Darma Irawan yang mengaku dimutasi demosi dan diminta setor sejumlah uang oleh komandan memasuki babak baru.
Bripka Andry berani mengungkap perihal setoran Rp650 juta ke Kompol Petrus H Simamora diakuinya atas perintah Propam Polda Riau.
"Buka saja Andry kasus ini kata Propam, makanya saya berani," ujar Bripka Andry kepada Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (5/6/2023) malam.
Akan tetapi, Andry mengaku belum ada langkah lebih lanjut dari Propam Polda Riau setelah beberapa bulan kasus ini dibongkar.
Hal itu membuat Bripka Andry berupaya menjelaskan kasus tersebut kepada Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal.
"Saya mencoba menghubungi dan menghadap Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal dan dipanggil, tapi laporan tentang saya sudah jelek dan saya dia tidak tahu kemana harus bercerita lagi," terang Andry.
"Saya tidak mau saya mendapat ancaman, biarlah saya yang menjalani dengan keluarga dan jangan sampai menimbulkan konflik baru," sambung dia.
"Masih banyak junior-junior seperti saya namun mereka tidak berani speak up. Biarlah saya yang menghadapi kasus ini," tegas anggota polisi yang bertugas di Rokan Hilir itu.
Bripka Andry sebelumnya mengungkap adanya permintaan uang ratusan juta tersebut oleh atasannya melalui Instagram. Ia bahkan menyebut dirinya dimutasi demosi tanpa alasan jelas. Video pengakuannya tersebut kemudian viral.
Baca Juga: Kompak Pakai Kaos 'Stay Strong #pray4shane' di PN Jaksel, Keluarga Shane Lukas: Biar Dia Kuat
"Saya dimutasi Demosi tanpa ada kesalahan dari Batalyon B Pelopor ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru, Jumat tanggal 3 Maret 2023. Sprint Mutasi keluar Rabu, 8 Maret 2023," sebut Bripka Andry di Instagram.
Sebelumnya, Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Johanes Setiawan mengatakan bahwa Bripka Andry Darma Irawan membuat postingan tersebut lantaran tidak terima di mutasi demosi padahal dirinya tidak ada kesalahan selama berdinas di Batalyon B Rokan Hilir.
"Mutasi terhadap Bripka Andry tersebut merupakan mutasi rutin. Ia dimutasi bersama 34 personil lainnya. Bukan bersifat demosi," kata Johanes kepada sejumlah wartawan, Senin (5/6/2023).
Terkait curhatan Bripka Andry yang mengatakan bahwa dirinya telah menyerahkan sejumlah uang setoran kepada Komandan Batalyon Maggala bernama Kompol Petrus yang tengah heboh di media sosial tersebut, Kombes Johanes mengatakan bahwa kasus tersebut sudah diproses oleh Propam Polda Riau sejak bulan Maret 2023 lalu.
"Kita sudah memeriksa 8 orang sebagai saksi. Jadi kasusnya sedang ditindak lanjuti. Terkait setoran ini masih di dalami, nanti pembuktiannya ada di sidang, Kompol Petrus pun saat ini sudah dicopot jabatannya dalam rangka pemeriksaan," kata Kombes Johanes.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Diterjang Abrasi, Kini Mangrove Menjadi Sumber Penghidupan
-
Podcast Tiga Dara: Wamenaker Blak-blakan, Sebut Ijazah Sudah Bukan Modal Cari Kerja!
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Eks Aktivis Reformasi 98 Dukung Prabowo, Minta Koruptor MBG Dihukum Seumur Hidup
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?