/
Kamis, 08 Juni 2023 | 17:26 WIB
Luhut Binsar Panjaitan menghadiri sidang Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. (Suara.com/Alfian Winanto)

Suara Sumatera - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri sidang kasus pencemaran nama baiknya. Sidang yang menyeret Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti digelar Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (8/6/2023).

Di hadapan majelis hakim, Luhut mengaku sakit hati dibilang lord dan penjahat seperti dalam video percakapan Haris dan Fatia yang diunggah di YouTube. 

"Saya jengkel sekali dituduh apa namanya, punya bisnis di Papua yang saya tidak pernah melakukan," katanya. 

"Dan kemudian saya disebut lord dan penjahat, itu menurut saya kata-kata yang sangat menyakitkan," sambungnya seperti dilihat dalam unggahan akun TikTok Rapat DPR. 

Oleh karena itu, Luhut mengaku sangat sakit hati dengan sebutan penjahat. 

"Saya punya anak buah gugur di daerah operasi sudah banyak dan saya dibilang penjahat, itu sangat menyakitkan hati saya," katanya. 

Meski begitu, Luhut sempat membuka ruang untuk berdamai dan meminta agar Haris dan Fatia untuk meminta maaf. 

"Tapi itu pun saya mau yang mulia ya sudah damai saja dia minta maaf terbuka, jadi saya lakukan saya minta dua kali, mesti bagaiamana," ucapnya. 

Luhut juga menyampaikan ke hakim bahwa persidangan ini menjadi pembelajaran bahwa tidak ada kebebasan absolut, kebebasan harus bertanggung jawab. 

Baca Juga: Sakit Hati Luhut Binsar Pandjaitan Diberi Gelar 'Lord' Padahal Haris Azhar Sering Minta Tolong

"Saya harus sampaikan ke yang mulia, bahwa saya merasa sangat-sangat sakit dan ini menyangkut kepada anak cucu saya karena jejak digital itu tidak akan pernah hilang," pungkasnya. 

Warganet yang melihat ini kemudian ramai memberikan tanggapan. 

"Semua rakyat NKRI sudah paham koq," kekeh warganet. 

"Sabar opung..hari sudah mulai senja," ujar warganet lainnya. 

"Yach coba bapak izinkan melakukan audit..pak biar terang dan jernih..." tantang netizen.

Load More