Suara Sumatera - Tiga orang pelaku pelemparan anjing ke rawa-rawa yang berisi buaya mendapatkan sanksi surat peringatan (SP) dari tempatnya bekerja. Meski begitu, banyak masyarakat yang kecewa pelaku yang bertindak keji tersebut hanya mendapat sanksi, tidak dipecat.
Menanggapi hal ini, Doni Herdaru Tona dari Animal Defenders Indonesia menyampaikan tiap perusahaan memilki tahapan untuk memberikan sanksi kepada karyawan.
"Untuk teman-teman yang bertanya-tanya kenapa pelaku cuma dikasih SP gak dipecat, ketahuilah perusahaan ada tahapan-tahapan untuk memberikan sanksi kepada karyawannya sebelum dipecat," katanya lewat video yang diunggah di akun Instagramnya, dikutip Minggu (18/6/2023).
Suara.com telah mendapatkan izin dari Doni Herdaru untuk mengutip pernyataannya. Dirinya mengaku pemecatan merupakan opsi paling akhir dalam sebuah perusahaan.
"Tidak boleh langsung ke melangkah pecat, pemecatan nanti kantornya yang salah mungkin saat ini SP, kalau diulangin naik satu dua tiga lalu dipecat begitu tahapannya," ujar Doni.
"Walaupun teman-teman pada esmoni nih wah ini orang sialan lemparin anjing ke buaya, esmoni boleh tapi tetap ikuti aturan ya," sambungnya.
Doni menjelaskan pihaknya tidak akan menempuh jalur damai atas kasus ini. Pihaknya akan terus lanjut proses hukum hingga ke pengadilan.
"Menegaskan tidak akan menempuh jalur damai, apapun tekanan yang diluar, bagaimana pun tekanan terhadap tim yang sedang bergerak kami tidak akan damai, kami akan teruskan ke jalur hukum," jelasnya.
Oleh sebab itu, Doni meminta semua pihak untuk bersabar dan tetap memantau tiap prosesnya.
Baca Juga: Persis Solo Akui Keunggulan Jeonbuk Hyundai Motors 1-2 di Laga Uji Coba
"Sekarang sudah jadi laporan polisi nya sedang diperiksa, sedang dalam pengembangan, teman-teman bersabar dan pastikan ini berjalan secara normal dan juga prosedural tidak boleh ada yang menghalang-halangi," imbuhnya.
Doni juga berpesan kalau penyiksa hewan harus diberikan pelajaran agar jera, karena dapat bertindak lebih bengis dengan menyiksa manusia.
"Karena ada satu hal yang sedang kita jalani yaitu melindungi anak bangsa, bahwa para penyiksa hewan, orang-orang yang mudah menyakiti hewan itu akan meningkatkan targetnya kepada manusia, banyak literatur mengenai itu silahkan gali," jelasnya.
Sebelumnya, viral video pria melemparkan anjing hidup-hidup ke rawa-rawa hingga dimangsa buaya.
Peristiwa terjadi di kawasan Kecamatan Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, dan telah ditangkap pihak kepolisian.
Aksi pria itu banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak terutama pecinta hewan. Selain itu, diketahui tiga pria ini merupakan pekerja PT Jaya Ministry Lestari, merupakan perusahaan yang terhubung dengan Pertamina.
Berita Terkait
-
Komunitas Pecinta Hewan Mau Memaafkan Pria Pelempar Anjing Hidup ke Rawa dengan Syarat Ini
-
Komunitas Pecinta Hewan Turun Tangan, Akan Polisikan Pelempar Anjing Hidup-hidup Jadi Mangsa Buaya di Rawa Kaltara
-
Kejam! Anjing Dilempar Hidup-hidup Jadi Mangsa Buaya di Rawa Kaltara
-
Pelaku Pelempar Anjing Ke Rawa Berisi Buaya Malah Tertawa, Warganet Geram!
-
TJ Ruth Geram soal Viral 2 Lelaki Lempar Anak Anjing ke Buaya: Tunggu Balasannya Pak!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya