Suara Sumatera - Pertandingan pekan kedua Liga 1 2023/2024 mempertemukan Persikabo 1973 vs Persija Jakarta di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (9/7/2023) malam.
Persija yang bertekad menang dalam laga tandang terpaksa harus puas dengan hanya membawa satu poin saja. Kedua tim bermain dengan skor kacamata 0-0.
Dengan hasil seri ini, Persija Jakarta berada di posisi 11 klasemen sementara Liga 1. Sedangkan Laskar Padjajaran berada di bayang-bayang zona bawah yakni posisi 16 klasemen.
Dalam laga tersebut, kedua tim tampil bermain aman. Di menit awal Persikabo 1973 mencoba berinisiatif membangun serangan. Namun rapatnya pertahanan Macan Kemayoran menyulitkan tim tuan rumah.
15 menit sebelum turun minum, Persija mulai melancarkan strategi membongkar pertahanan tim lawan. Bahkan, pada menit ke-37, penyerang Persija Marco Simic mendapatkan peluang emas di mulut gawang Persikabo.
Namun, sepakannya melambung di atas mistar gawang. Hingga peluit panjang ditiup skor tidak berubah. Begitu juga di paruh kedua pertandingan, kedua tidak ada yang mampu menggetarkan jala lawan. Skor akhir 0-0.
Hasil imbang ternyata membuat kecewa pendukung Persija. Mereka lalu ramai memenuhi kolom komentar di akun media sosial Persija Jakarta. Penyerang Marco Simic menjadi sorotan tajam pendukung Persija.
Tampil di lapangan selama 59 menit, Simic disebut tidak bermain sesuai dengan yang diharapkan. Dengan tidak ada tembakan tepat ke gawang lawan, dan juga assist.
"Simic merusak permainan, Ryo ampe emosi," tulis warganet di kolom komentar akun Instagram @persija.
Baca Juga: Tampil di Puncak HUT Kota Medan, Bobby Pakai Kaus Bergambar Boboho Ingusan
"Kabarnya tendangan Simic masuk ke gawang GBK," sindir warganet lainnya.
"Simic nembak lampu stadion," ketus netizen.
Meski begitu ada juga netizen yang tidak mau menyalahkan Simic atas gagalnya Persija meraih kemenangan.
"Coba lagi pertandingan berikutnya, ayo bangkit sama-sama," harap warganet.
Berita Terkait
-
Dikalahkan Madura United, Pelatih Persik Kediri Akui Kualitas Pemain Lawan Lebih Bagus
-
Hasil BRI Liga 1: Libas Bhayangkara FC, RANS Nusantara FC Lanjutkan Hasil Positif
-
Hasil BRI Liga 1: Duel Persikabo 1973 vs Persija Jakarta Berakhir Imbang 0-0
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs RANS Nusantara FC BRI Liga 1
-
Link Live Streaming Persikabo 1973 vs Persija Jakarta BRI Liga 1, Segera Berlangsung
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986