Suara Sumatera - Media sosial diramaikan dengan kabar yang menyebut bahwa ribuan kader PAN mengamuk akibat tak terima dengan keputusan Zulkifli Hasan yang memilih mengusung Ganjar Pranowo dan bukan Anies Baswedan.
Informasi tersebut dibagikan sebuah kanal YouTube bernama POLITIK NEGARA beberapa waktu lalu. Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:
"akar rumput pilih anies !! tak terima dengan keputusan zulhas usung Ganjar, ribuan kader pan ngamuk
DETIK-DETIK RICUH
KETUM PARTAI VS KADDER
PAN HANCUR LEBUR AKIBAT ZULHAS TAK USUNG ANIES".
Lantas benarkah klaim ribuan kader PAN ngamuk tak terima keputusan Zulkifli Hasan?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi kredibel terkait ribuan kader PAN mengamuk akibat tidak terima dengan keputusan Zulkifli Hasan yang memilih mengusung Ganjar dan bukan Anies.
Faktanya, dari awal hingga akhir video tidak ditemukan pemberitaan terkait klaim narasi yang beredar. Dalam video tersebut hanya berisi cuplikan beberapa video dan gambar dari peristiwa yang berbeda.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari tribunnews.com berjudul “Dukungan untuk Anies Baswedan di Pilpres 2024 Mulai Merambah ke Wilayah Perkampungan di Jawa Barat” yang tayang pada 1 April 2023.
Thumbnail yang menampilkan kerusuhan tersebut identik dengan foto yang dimuat pada artikel detik.com berjudul “Panasnya Kongres PAN: Kursi Terbang, Kaca Pecah hingga 10 Orang Luka” yang diiunggah pada 11 Februari 2020.
Foto tersebut merupakan peristiwa kerusuhan saat Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari Sulawesi Tenggara pada 11 Februari 2020 silam dan tidak ada kaitannya dengan narasi yang dijelaskan dalam video tersebut.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa ribuan kader PAN mengamuk akibat Zulkifli Hasan tidak usung Anies adalah kabar hoaks
Dengan demikian, video dengan klaim bahwa ribuan kader PAN mengamuk akibat tidak terima dengan keputusan Zulkifli Hasan yang memilih mengusung Ganjar dan bukan Anies masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga