Suara Sumatera - Kementerian PUPR hanya membiayai Rp 300 miliar untuk merevitalisasi Stadion Teladan Medan. Padahal dana yang dibutuhkan Rp 560 miliar.
Kadis Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis mengaku saat ini proses revitalisasi masih tahap finalisasi detail engineering design (DED).
"Membutuhkan anggaran sebesar Rp 560 miliar. Stadion Teladan kini tahap finalisasi DED. Kita akan melaksanakan asistensi ke Tim Ahli Kementerian PUPR untuk lebih melengkapi DED yang telah dipersiapkan," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/7/2023).
Endar menjelaskan bahwa revitalisasi tidak hanya stadion saja, tapi juga kawasan di sekitar stadion. Terkait anggaran itu, telah dilakukan pembicaraan dengan Kementerian PUPR.
"Kemungkinan Kementerian PUPR menampung anggaran Rp 300 miliar, sisanya nanti akan ditampung di APBD Kota Medan. Kita akan melakukan efisiensi terhadap anggaran tersebut dan dalam tahap pembahasan," ujarnya.
Dalam waktu dekat DED akan rampung. Sehingga revitalisasi Stadion Teladan yang dibangun tahun 1952 dan dioperasikan tahun 1953 itu akan dimulai tahun ini.
"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, DED ini bisa kita finalisasi. Insya Allah tahun ini revitalisasi Stadion Teladan dapat direalisasikan pelaksanaannya," harapnya.
Endar juga memaparkan konsep revitalisasi atas stadion yang pernah digunakan untuk menggelar PON III tahun 1953 tersebut.
Revitalisasi yang akan dilakukan nanti akan melibatkan tenaga ahli cagar budaya untuk mendesain sehingga nilai-nilai cagar budaya Stadion Teladan tidak hilang.
Baca Juga: Kakak Beradik Asal Pakistan Tak Punya Biaya Hingga Tak Bisa Tinggal Lagi Bersama Ibu
"Salah satu contohnya, menara yang ada di Stadion Teladan tetap ada dan bangunan lama bagian depan diupayakan semaksimal mungkin dipertahankan, kecuali bagian dalam guna dilakukan inovasi sehingga ruangan yang ada lebih efisien penggunaannya. Kita menggunakan desain moderen yang dikombinasikan dengan bangunan lama," cetusnya.
Perencanaan revitalisasi Stadion Teladan memenuhi standar FIFA dan AFC. Oleh karena itu, Stadion Teladan nantinya bisa menggelar pertandingan standar FIFA, terkecuali pertandingan final tidak dapat dilakukan.
"Berdasarkan standar FIFA, stadion yang bisa menggelar pertandingan FIFA harus memiliki daya tampung melebihi 30 ribu penonton, sedangkan Stadion Teladan hanya memiliki daya tampung 20 ribu penonton. Jika pertandingan standar AFC, Stadion Teladan bisa, termasuk sebagai tuan rumah," jelasnya.
Endar mengatakan telah melakukan semaksimal mungkin untuk safety para penonton. Hal ini berkaca dari insiden Stadion Kanjuruhan yang menimbulkan korban jiwa.
"Insya Allah semua sudah memenuhi standar. Untuk jalur evakuasi, 15 menit penonton sudah bisa keluar stadion karena pintunya banyak," katanya.
Berita Terkait
-
Bobby Nasution Pamer Video Cetak Gol saat Main Bola di Stadion Teladan: Ada Lawan Gak?
-
Stadion Teladan Medan Renovasi Tahun Ini, Bakal Berstandar Internasional
-
Renovasi Rampung 2024, Stadion Teladan Medan Bakal Jadi Stadion Tertutup dan Bertaraf Asia
-
Stadion Teladan Akan Direnovasi, Ini Desain Terbarunya
-
Viral Stadion Teladan Medan Banjir, Genangan Air Dikuras Pakai Papan Sponsor
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena